DPRD Provinsi Gorontalo Apresiasi Program Cetak Sawah 5.600 Hektare, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani

DPRD Provinsi Gorontalo mengapresiasi program cetak sawah (ist)
DPRD Provinsi Gorontalo mengapresiasi program cetak sawah (ist)

KOMPARASI.IDDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo mengapresiasi pelaksanaan program percetakan lahan sawah baru seluas sekitar 5.600 hektare yang mulai disosialisasikan kepada masyarakat.

Program ini dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Pohuwato.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus, yang hadir mewakili Ketua DPRD dalam kegiatan sosialisasi tersebut, mengatakan bahwa program cetak sawah memiliki peran penting mengingat kebutuhan beras di Gorontalo hingga kini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama Sulawesi Selatan.

“Selama ini kita masih kekurangan beras dan masih disuplai dari Sulawesi Selatan. Dengan adanya percetakan sawah baru seluas 5.600 hektare ini, kita berharap kebutuhan beras di Gorontalo bisa terpenuhi, bahkan ke depan bisa surplus,” ujar Hamzah.

Selain memperkuat kemandirian pangan, Hamzah menilai program ini berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani.

Baca Juga :  Erwinsyah Ingatkan Generasi Muda: Ruang Kompetisi Kian Sempit, Saatnya Ambil Peran

Menurut dia, perluasan lahan sawah akan membuka peluang peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat tani di wilayah tersebut.

“Ini akan sangat membantu perekonomian petani kita, khususnya yang ada di Kabupaten Pohuwato. DPRD tentu menyambut baik program ini,” katanya.

Hamzah juga mengungkapkan, dari hasil diskusi dengan pihak TNI yang terlibat dalam pelaksanaan program, percetakan sawah ini memiliki nilai strategis bagi pembangunan sektor pertanian di Provinsi Gorontalo.

“Tadi saya bicara dengan Pak Jenderal, bahwa ini adalah program yang sangat baik untuk provinsi. Kita bersyukur karena program ini bisa diberikan kepada Gorontalo dan langsung ditangani dengan baik oleh pihak terkait, termasuk DPRD,” ujarnya.

Program cetak sawah tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 90 hari.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Tegaskan Pentingnya Perspektif Gender dalam Kebijakan Publik

Hamzah menilai, jangka waktu yang relatif singkat itu membutuhkan koordinasi serta kerja sama yang solid dari seluruh pihak, terutama mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan.

“Waktunya memang cukup singkat, sehingga diperlukan kerja sama yang solid. Dengan anggaran yang besar, tentu kita berharap pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran,” tutup Hamzah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *