Save 20% off! Join our newsletter and get 20% off right away!

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Koordinasi ke Kementan, Bahas Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

KOMPARASI.ID Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kunjungan tersebut berlangsung di Gedung C Lantai 6 Ditjen PKH Kementan RI dan diterima langsung oleh Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, bersama jajaran.

Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka koordinasi pengembangan hilirisasi ternak ayam serta peningkatan nilai tambah produk peternakan di Provinsi Gorontalo.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Gorontalo akan menerima Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi, yang merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menilai program hilirisasi industri ayam terintegrasi sebagai peluang besar bagi daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya peternak ayam rakyat.

Baca Juga :  Gorontalo Kaya Potensi Laut, Fikram AZ Salilama Dorong Generasi Muda Kuasai Arah Ekspor

“Program hilirisasi ini bukan hanya soal pembangunan infrastruktur peternakan, tetapi bagaimana menciptakan sistem usaha yang berkelanjutan. Peternak rakyat harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan, melalui sistem industri yang terintegrasi, peternak akan memperoleh kepastian usaha, stabilitas harga, serta akses pasar yang lebih luas, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, menyatakan pihaknya menyambut baik rencana pelaksanaan program hilirisasi ternak di Gorontalo. Menurutnya, kunjungan Komisi II ke Kementerian Pertanian merupakan bagian dari rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan daerah dan kejelasan arah kebijakan program tersebut.

Baca Juga :  Reses DPRD Provinsi Gorontalo di Bone Bolango: Bahas Tambang, Pariwisata, dan Sinergi Pembangunan

“Kunjungan ini bertujuan memastikan agar program hilirisasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi daerah dan peternak rakyat,” kata Erwinsyah.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo juga menyampaikan aspirasi pengusaha lokal agar diberikan ruang kolaborasi dalam pengembangan industri ayam terintegrasi di Gorontalo.

Keterlibatan pelaku usaha daerah dinilai penting agar manfaat ekonomi program hilirisasi dapat dirasakan secara lebih merata.

“Kami berharap program ini tidak hanya melibatkan investor besar, tetapi juga membuka kesempatan bagi pengusaha lokal untuk tumbuh dan berkembang bersama,” ujarnya.

Program hilirisasi industri ayam terintegrasi ini diharapkan dapat dinikmati langsung oleh peternak ayam di Provinsi Gorontalo, khususnya peternak skala kecil dan menengah.

Baca Juga :  Hadiri Renungan Suci di TMP Pentadio, Ramdan Liputo Ingatkan Persatuan

Melalui pendekatan terintegrasi mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, produksi hingga pascapanen, rantai usaha ayam rakyat diharapkan semakin kuat dan berdaya saing.

Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa pembangunan industri ayam terintegrasi tidak menggantikan peran peternak rakyat, melainkan memperkuat posisi mereka dalam ekosistem industri unggas yang lebih modern dan efisien.

Dengan dukungan fasilitas seperti pabrik pakan dan rumah potong ayam modern, peternak diharapkan tidak lagi bergantung pada rantai pemasaran panjang yang selama ini menekan harga jual di tingkat kandang.

Program ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan pangan nasional.