Diduga Pungli, Mahasiswa Pascasarjana di Gorontalo Keluhkan Biaya Penginputan Nilai Rp400 Ribu

KOMPARASI.ID – Sejumlah mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu Pemerintahan disalah satu kampus di Gorontalo mengeluhkan dugaan pungutan liar (pungli) terkait penginputan nilai akhir.

Sebanyak 32 mahasiswa sebelumnya diminta melakukan registrasi Ujian Akhir Semester (UAS). Namun dalam pelaksanaannya, istilah UAS disebut diganti menjadi kegiatan “workshop” dengan biaya registrasi sebesar Rp500.000 per mahasiswa. (7/2/26)

Workshop tersebut telah dilaksanakan. Namun beberapa hari setelahnya, tepatnya pada Jumat (13/2/26), sejumlah mahasiswa mengaku menerima pesan WhatsApp dari pihak yang disebut sebagai bagian administrasi Pascasarjana.

Dalam pesan tersebut, mahasiswa diminta kembali melakukan pembayaran sebesar Rp400.000 dengan alasan untuk penginputan nilai terakhir.

Baca Juga :  Membaca Isyarat Tersirat, Jejak Politik Prabowo di Pilpres dan Langkah Kemenangan RA di Pilkada Kabgor

Isi pesan yang diterima di antaranya berbunyi, “Bisa ditransferkan ke norek ini ya pak, 400.000, karena penginputan nilai terakhir besok.” Pesan lain juga menyebut, “Assalamualaikum pak, sudah selesai pelunasan administrasi UAS?”

Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti nomor rekening tujuan transfer yang disebut bukan atas nama lembaga Pascasarjana maupun institusi kampus, melainkan atas nama pribadi. Hal ini semakin menimbulkan tanda tanya di kalangan mahasiswa.

Permintaan tambahan biaya tersebut menuai keberatan dari mahasiswa. Mereka mempertanyakan dasar kebijakan penarikan dana untuk penginputan nilai, mengingat sebelumnya telah membayar Rp500.000 untuk registrasi UAS yang disebut sebagai workshop.

Baca Juga :  Ancaman Nyata di Balik Kilau Nikel Pulau Gag Taruhan Masa Depan Raja Ampat

“Kalau dihitung totalnya menjadi Rp900.000. Kami sudah bayar Rp500 ribu, sekarang diminta lagi Rp400 ribu untuk penginputan nilai. Ini dasar kebijakannya apa?” ujar salah satu mahasiswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Mahasiswa juga menilai permintaan tersebut memberatkan karena disertai batas waktu pembayaran yang singkat. Dalam pesan disebutkan bahwa penginputan nilai akan ditutup keesokan harinya.

“Iyaaa pak, sudah jelas kemarin kan, pembayarannya kemarin itu buat itu dan ini., Tapi ini yg tida maso di akal ini pak, asli 400 ribu loh hanya penginputan nilai??” tutur mahasiswa dengan Geram.

Baca Juga :  Mahasiswa Faperta UNG Sukses Budidaya Labu Madu Organik

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pihak yang disebut sebagai administrasi Pascasarjana terkait kewajiban pembayaran Rp400.000 per mahasiswa untuk penginputan nilai, hingga berita ini diturunkan belum ada balasan atau klarifikasi yang diberikan.

Mahasiswa berharap pihak kampus dapat memberikan penjelasan resmi dan transparan mengenai kebijakan tersebut, termasuk rincian biaya akademik yang dibebankan kepada mahasiswa serta kejelasan mekanisme pembayaran yang digunakan.