Asrama Gorontalo di Bogor: Tiga Tahun Menunggu Pemerintah, Diselamatkan Donatur

KOMPARASI.ID – Tiga tahun menunggu kepastian, Asrama Mahasiswa Gorontalo di Bogor akhirnya bergerak menuju perbaikan. Bukan oleh tangan Pemerintah yang berulang kali didatangi, melainkan oleh kepedulian dua donatur.

Selama rentang waktu itu, pengelola asrama tak berhenti mengetuk pintu pemerintah. Proposal diajukan ke tingkat provinsi hingga kabupaten.

Kunjungan pejabat datang silih berganti anggota DPRD, perwakilan pemerintah provinsi, hingga pergantian gubernur.

Bahkan pengukuran teknis oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sempat dilakukan.

Namun, seperti banyak cerita serupa, proses berhenti di tahap administratif. Realisasi tak kunjung tiba.

Meski demikian, seluruh proses itu belum berujung pada realisasi pembangunan.
Di saat yang sama, kondisi fisik bangunan kian memprihatinkan.

Sejumlah kamar mengalami kerusakan serius, terutama kebocoran atap yang berulang setiap kali hujan turun. Situasi ini terasa lebih berat mengingat Bogor dikenal dengan curah hujan yang tinggi.

Baca Juga :  KIPP Soroti Kualifikasi Ketua KPPS, Pernah Menjadi Caleg

Talang air di beberapa bagian bangunan pun dilaporkan rusak dan tidak lagi berfungsi optimal, memperparah kebocoran sekaligus menurunkan kenyamanan hunian mahasiswa.

Kondisi tersebut mendorong pengelola asrama mencari alternatif di luar skema bantuan pemerintah. Sebuah langkah yang pada akhirnya mempertemukan mereka dengan kepedulian pihak donatur.

Dua donatur, yakni Rizal Alaydrus yang berkolaborasi dengan Papip Celebes, menyatakan kesiapannya untuk membantu renovasi Asrama Mahasiswa Gorontalo-Bogor sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) generasi muda Gorontalo.

Ketua Asrama Mahasiswa Gorontalo Putra Gorapu menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan tersebut.

“Menurut saya, ini adalah sebuah hadiah bagi kami, mahasiswa Asrama Gorontalo yang sedang menempuh pendidikan di Bogor. Berbagai upaya telah kami lakukan demi renovasi bangunan asrama ini. Alhamdulillah, para donatur, yang juga kami anggap sebagai kakak, masih peduli terhadap keberlangsungan asrama ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Pungli, Mahasiswa Pascasarjana di Gorontalo Keluhkan Biaya Penginputan Nilai Rp400 Ribu

Ia menambahkan bahwa kepedulian para donatur menjadi bentuk nyata dukungan terhadap generasi muda Gorontalo dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan diri.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Rizal Alaydrus dan Papip Celebes atas kepedulian dan kontribusinya. Ini menjadi harapan baru bagi kami untuk memiliki hunian yang lebih layak,” tutupnya.

Sementara itu, Rizal Alaydrus dan Papip Celebes turut menyampaikan alasan dan komitmen mereka dalam mendukung renovasi tersebut.

Di sisi lain, pernyataan para donatur menyiratkan sesuatu yang lebih dalam sebuah kritik yang disampaikan tanpa nada tinggi.

Baca Juga :  Baliho Misterius dan Paradoks Politik: Dinamika Perubahan dalam Pemilihan Legislatif dan Pilkada Kabupaten Boalemo

“Ini bukan sekadar soal bangunan, tetapi masa depan sumber daya manusia Gorontalo, Sulit berharap kontribusi balik dari generasi muda, jika dalam proses pendidikannya, mereka tidak mendapatkan dukungan yang layak.”ujarnya.

Mereka juga menyinggung hal yang kerap luput, aset daerah di luar wilayah administrasi sering kali tercecer dari prioritas pembangunan. Padahal, di tempat-tempat seperti itulah, mahasiswa menggantungkan harapan.

“Kami juga meyakini, untuk membantu hal-hal yang bersifat mendesak seperti ini, tidak harus menunggu posisi atau jabatan. Siapa pun yang memiliki kepedulian dan kemampuan, selayaknya dapat mengambil peran,” ungkap mereka.

Atas nama keluarga besar Asrama Mahasiswa Gorontalo, apresiasi dan rasa terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan renovasi tersebut.

Redaktur Komparasi.id