Bupati Saipul Mbuinga mengakui bahwa pemerintah daerah terus memperhatikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat penambang.
Namun, hingga saat ini, penyelesaian pemberian tali asih bagi warga pemilik lokasi di pertambangan emas belum sepenuhnya terealisasi.
Oleh karena itu, melalui Rapat Forkopimda, hal ini kembali dibahas untuk mencari solusi agar dapat diselesaikan dengan cepat.
“Melalui rapat ini, kita akan mempercepat penyelesaian pemberian tali asih yang masih tertunda. Jika hal ini sudah selesai, maka perusahaan dapat memulai konstruksi tanpa adanya gangguan dari masyarakat penambang setelah pembayaran ini terselesaikan.”jelasnya
Selanjutnya, terkait dengan jalan yang menuju ke lokasi tambang Tomula, Bupati berharap agar perusahaan dapat menyediakan jalan alternatif bagi para penambang untuk masuk ke wilayah di luar konsesi.
“Tambang Tomula berada di luar konsesi, dan banyak warga yang beraktivitas di sana. Jika jalan ini dimasukkan ke dalam wilayah konsesi, paling tidak harus ada jalan alternatif yang diberikan kepada para penambang untuk mencapai wilayah Tomula yang berada di luar konsesi,” jelas Saipul.
Dalam rapat tersebut, baik Bupati Saipul Mbuinga maupun Ketua DPRD Pohuwato, Nasir Giasi, menekankan pentingnya menyelesaikan masalah di wilayah pertambangan Buntulia dengan segera agar tidak menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan.
“Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan tanpa merugikan pihak manapun. Pemberian tali asih kepada pemilik lokasi harus segera diselesaikan, dan perlu disediakan jalan alternatif atau perbaikan jalan untuk para penambang menuju wilayah di luar konsesi,” ungkap Bupati Saipul Mbuinga.