KOMPARASI.ID – Ismet Mile resmi mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Bone Bolango ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone Bolango pada (29/8/2024).
Usai pendaftaran, dalam konferensi pers yang digelar, Ismet menyampaikan sejumlah pandangannya terkait upaya penanggulangan kemiskinan di daerah tersebut.
Sebagai mantan bupati, Ismet menyoroti fakta bahwa Bone Bolango masih tergolong sebagai salah satu daerah termiskin di Provinsi Gorontalo, meskipun berbagai upaya telah dilakukan selama masa kepemimpinannya.
Ismet mengungkapkan bahwa kemiskinan di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo, masih menjadi topik yang hangat dibicarakan. Kabupaten Bone Bolango, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), masih tergolong sebagai salah satu daerah termiskin.
Ismet menjelaskan bahwa selama menjabat sebagai bupati pada tahun 2005, tingkat kemiskinan di Bone Bolango berada di atas 30 persen. Namun, ia berhasil menurunkannya menjadi sekitar 20 persen.
“Jika saya tidak keliru, pada 2005 tingkat kemiskinan Bone Bolango di atas 30 persen. Saya berhasil menurunkannya menjadi 20 persen, namun ini bukan berarti keberhasilan, melainkan kewajiban,” ujarnya saat konferensi pers usai mendaftarkan diri sebagai calon bupati Bone Bolango (29/7/2024).
Menurut Ismet, tugas utama seorang bupati dan wakil bupati adalah membuat kebijakan dan melakukan koordinasi lintas sektor serta pengawasan. Jabatan tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, yang hanya bisa dicapai dengan ketersediaan anggaran.
“Tanpa uang, tidak ada yang bisa dilakukan,” tegasnya.
Ia juga mengenang masa kepemimpinannya saat APBD hanya sekitar Rp 300 miliar. Namun, melihat kondisi rakyat yang sebagian besar hidup dalam kemiskinan, Ismet terdorong untuk memulai berbagai program pembangunan.
Salah satunya adalah melalui partisipasi masyarakat, yang diwujudkan dengan pendekatan pemerintahan dan pemekaran wilayah.
“Saya memulai pemekaran di Bone Pesisir, yang memiliki 55 jalan berliku. Saya menjadikan setiap liku jalanan sebagai desa, sehingga tercipta 55 desa baru,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai camat di Kabila, Suwawa, Tapa, dan Bone Pantai, ia memekarkan sejumlah kecamatan dan desa, termasuk di Pinogu yang semula hanya memiliki satu desa.
“Pinogu, meskipun sudah puluhan tahun merdeka, rasanya belum merdeka karena akses jalan yang sulit. Saya memekarkan tujuh desa di sana,” tambah Ismet.
Meskipun ada regulasi yang menyulitkan pemekaran wilayah, Ismet tetap berpegang pada idealismenya bahwa Suwawa harus menjadi kabupaten sendiri.
“Untuk itu, saya kembali memekarkan kecamatan seperti Suwawa Selatan, Suwawa Timur, Suwawa Tengah, dan Pinogu, hingga menghasilkan total 167 desa,” ujarnya.
Dengan pemekaran ini, APBD Kabupaten Bone Bolango mengalami peningkatan signifikan. Selama menjabat, Ismet juga menggratiskan program Raskin untuk seluruh masyarakat.
Namun, setelah pemekaran, ia melihat masyarakat masih belum sejahtera. Sebagai langkah strategis, Ismet kemudian memberikan masing-masing desa 33 ekor sapi, dengan total pengadaan mencapai 5.500 ekor.
“Ini bukan hal yang main-main. Saat saya menjabat bupati, saya mengundang Presiden Megawati Soekarnoputri. Republik ini hanya pernah mengadakan 1.000 ekor sapi, namun saya berhasil menyediakan 5.500 ekor sapi untuk daerah pelosok ini,” tandasnya.









Leave a Reply