Jejak Kiprah Prof. Nelson: Membangun Jejaring Internasional demi Gorontalo

KOMPARASI.ID Di antara nama-nama yang berlaga dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo 2024, Prof. Nelson Pomalingo menjadi figur yang mencolok.

Sebagai satu-satunya calon gubernur dengan rekam jejak membangun kemitraan internasional, Nelson sudah menunjukkan bukti nyata kontribusinya bagi Gorontalo melalui jaringan global yang kuat.

Dalam dunia yang semakin terhubung secara global, kemampuan memfasilitasi jejaring internasional kini lebih penting dari sekadar program dan retorika.

Di tengah era pasar bebas dan kemajuan teknologi yang pesat, seorang pemimpin daerah harus mampu menciptakan kemitraan internasional untuk memperkuat ekonomi dan pembangunan lokal.

Dalam hal ini, Nelson Pomalingo tidak hanya bicara, ia sudah bergerak lebih jauh.

Saat menjabat Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), ia berhasil menggandeng Islamic Development Bank (IDB) yang berkantor di Jeddah, Arab Saudi, untuk memberikan hibah pengembangan Kampus IV UNG di Bone Bolango, sebuah kontribusi nyata yang dinikmati masyarakat hingga kini.

Baca Juga :  Roni-Adnan Deklarasi, Gerindra dan Koalisi Partai Siap Menangkan Pilkada Gorontalo 2024

Kiprah internasionalnya tidak berhenti di situ. Sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Nelson berhasil menjalin kemitraan dengan Asian Muslim Charity Foundation (AMCF) dari Uni Emirat Arab.

Kerjasama ini mendatangkan bantuan pendidikan gratis bagi mahasiswa jurusan Bahasa Arab, serta dana hibah untuk pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Sosial UMGO. Dampaknya terasa langsung bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Nelson juga berperan penting dalam membangun jaringan riset internasional. Saat menjadi Rektor UNG, ia menjalin kerjasama dengan Ehime University di Jepang dalam program riset dan pertukaran mahasiswa.

Hal ini membuka peluang bagi para akademisi dan mahasiswa Gorontalo untuk belajar langsung di negeri sakura, memperkuat kualitas pendidikan lokal dan membuka wawasan internasional.

Baca Juga :  Bawaslu Gorontalo Cek Keamanan Gudang Logistik KPU Gorontalo dan Boalemo

Sebagai Bupati Gorontalo, Prof. Nelson terus memperluas jangkauan pengaruhnya. Pada tahun 2023, ia menggandeng Indonesia Japan Business Network (IJBNET) untuk mengembangkan komoditas kelapa dan meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Gorontalo.

Di tahun yang sama, Kabupaten Gorontalo menjadi tuan rumah Konferensi Kelapa Dunia pertama dalam sejarah, menghadirkan 20 negara penghasil kelapa yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Tidak hanya itu, Prof. Nelson juga berhasil menarik perhatian internasional dalam perannya sebagai Sekretaris Jenderal Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali 2022, Nelson menjadi satu-satunya kepala daerah yang dipercaya berbicara di forum Business 20 (B20), bertemu dengan pengusaha-pengusaha dunia untuk membahas investasi dan kolaborasi demi masa depan.

Baca Juga :  Tim Kuasa Hukum 'IRIS' Dampingi Warga Laporkan Dugaan Pelanggaran Netralitas Aparat Kelurahan ke Bawaslu

Kehadiran Nelson di panggung internasional ini tidak hanya membawa nama Gorontalo ke level global, tetapi juga membuka jalan bagi peluang investasi dan pembangunan daerah.

Nelson juga sering diundang menjadi pembicara di forum-forum lingkungan internasional, termasuk di COP23 di Jerman dan pertemuan lintas negara di Ibaraki, Jepang, tentang penyelamatan ekosistem danau kritis, termasuk Danau Limboto.

Upayanya menarik perhatian internasional untuk penyelamatan lingkungan Gorontalo menunjukkan visinya yang progresif.

Jejak langkah Nelson di panggung global telah membawa dampak nyata bagi Gorontalo. Dari jejaring pendidikan, bantuan hibah, hingga investasi, Prof. Nelson telah membuktikan dirinya sebagai sosok pemimpin dengan visi global yang kuat.

Dalam setiap langkahnya, ia membawa harapan bahwa Gorontalo bisa lebih dari sekadar provinsi kecil di Indonesia, tapi menjadi bagian dari dunia yang lebih besar.