Save 20% off! Join our newsletter and get 20% off right away!

Usai Reses di Pasar Liluwo, Fikram AZ Salilama Tutup Malam dengan Main Catur Bersama Tetua dan Pedagang

KOMPARASI.ID – Usai menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Fikram AZ Salilama memilih menutup malam dengan cara yang tak biasa.

Di Pasar Liluwo, Selasa malam (3/2/2026), politisi yang dikenal sebagai “master catur” itu berbaur bersama para tetua dan pedagang pasar, memainkan catur sebagai ruang silaturahmi sekaligus dialog santai usai agenda resmi.

Momen tersebut berlangsung sekitar pukul 21.30 WITA, tak lama setelah pelaksanaan reses selesai. Di tengah suasana pasar yang mulai lengang, Fikram duduk satu meja dengan warga, memindahkan bidak catur sambil berbincang ringan.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Gubernur Gorontalo Sepi Anggota DPRD, Tanda Ketegangan?

Sejumlah tetua dan pedagang tampak antusias menyaksikan jalannya permainan, menciptakan suasana akrab tanpa sekat jabatan.

Lokasi permainan catur itu merupakan bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan Pasar Liluwo. Sejak pagi hingga sore hari, area tersebut dipenuhi aktivitas pedagang yang menjajakan berbagai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Tegaskan Pentingnya Perspektif Gender dalam Kebijakan Publik

Namun saat aktivitas jual beli mereda, tempat itu beralih fungsi menjadi ruang berkumpul, bermain catur, serta sarana mengasah pikiran dan refreshing bagi para pedagang setelah seharian bekerja.

Bagi Fikram, catur bukan sekadar hobi, tetapi juga medium membangun kedekatan sosial. Melalui permainan itu, ia tetap membuka ruang komunikasi dengan warga secara lebih cair, melengkapi proses penyerapan aspirasi yang sebelumnya dilakukan dalam forum resmi reses.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Pastikan Ketersediaan dan Harga Pupuk Stabil

Kehadiran Fikram di tengah warga hingga malam hari mencerminkan pendekatan politik yang santun. Tidak hanya hadir untuk mendengar aspirasi, tetapi juga menyatu dalam ruang-ruang sederhana tempat masyarakat berbagi cerita dan kebersamaan.