Mardiono Buka Suara soal Polemik PPP Gorontalo: Itu Dinamika Demokrasi

KOMPARASI.ID – Ketua DPP PPP Muhammad Mardiono menilai polemik internal yang sempat terjadi di DPW PPP Gorontalo merupakan bagian dari dinamika demokrasi dalam partai politik.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus DPW PPP Gorontalo yang dipimpin Ismet Mile.

Menurut Mardiono, perbedaan pandangan dalam proses pemilihan kepengurusan merupakan hal yang lazim dalam organisasi yang masih menjalankan mekanisme demokrasi.

“Dinamika dalam sebuah partai itu sudah biasa. PPP masih menjunjung tinggi asas demokrasi di dalam internal,” kata Mardiono.

Baca Juga :  Alyun Hippy Tanggapi Isu Keretakan di Tubuh Nasdem Gorontalo

Ia mengatakan proses permusyawaratan dalam partai tidak selalu menghasilkan keputusan yang memuaskan semua pihak. Namun keputusan yang telah diambil harus dihormati bersama.

“Di dalam negara demokrasi tidak ada pemimpin yang dipilih rakyatnya 100 persen. Demokrasi ini dari perbedaan, tetapi kalau sudah menjadi keputusan maka itu yang harus dijunjung tinggi,” ujarnya.

Mardiono juga menyinggung posisi PPP di tingkat nasional setelah pemilu terakhir. Menurut dia, partai berlambang Ka’bah itu gagal lolos ke parlemen karena kekurangan sekitar 130 ribu suara dari ambang batas yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Fahrul: Kritik Program IRIS, Tanda Lawan Kehabisan Gagasan

Ia menyebut PPP memperoleh sekitar 4,87 juta suara, sementara syarat minimal untuk lolos ke parlemen sekitar 5 juta suara.

“Masih kurang sekitar 130 ribu suara dan itu saya sebut kecelakaan politik. Tetapi kita akan kembalikan di pemilu 2029 nanti,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Gorontalo Ismet Mile mengatakan prioritas utamanya adalah mendorong lahirnya anggota DPR RI dari Gorontalo melalui PPP.

Baca Juga :  PDIP Usung Andi Ilham di Pilwako Gorontalo, Golkar Berikan Dukungan Mengejutkan

“Ini target saya yang harus saya laksanakan karena kondisi daerah ini saya tahu persis,” kata Ismet.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan target politik pribadi seperti pencalonan gubernur, Ismet mengatakan belum memikirkan hal tersebut dan memilih fokus pada target kursi DPR RI.

“Kalau pribadi itu belakangan. Saya fokus dulu di DPR RI,” ujarnya.

Redaktur Komparasi.id