Ketua Gemuruh NasDem Kecam Pemberitaan Tempo, Rakhmatiyah: Ini Pembunuhan Karakter

KOMPARASI.ID – Ketua Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) DPW NasDem Provinsi Gorontalo, Rakhmatiyah Deu, menyampaikan kecaman terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang mengangkat laporan utama bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”.

Menurut Rakhmatiyah, narasi yang dibangun dalam laporan tersebut dinilai tidak mencerminkan prinsip jurnalisme yang berimbang dan berpotensi merugikan citra partai.

“Kami sangat menyayangkan opini yang dibangun. Ini bukan lagi sekadar kebebasan pers, melainkan sudah mengarah pada pembentukan persepsi yang merugikan,” ujar Rakhmatiyah dalam keterangannya, Rabu (15/4).

Baca Juga :  Kursi Ketua DPD PDIP Gorontalo Masih Kosong Usai Kris Wartabone Dicopot

Ia kemudian memaparkan sejumlah poin yang menjadi dasar keberatan pihaknya terhadap pemberitaan tersebut.

Pertama, terkait penggunaan istilah “PT” dan “Tbk” yang dinilai menyederhanakan organisasi partai menjadi entitas bisnis.

Menurutnya, hal itu tidak mencerminkan dinamika internal partai yang dibangun melalui struktur organisasi dan aspirasi kader di berbagai daerah.

Kedua, Rakhmatiyah menyoroti adanya narasi yang dinilai spekulatif, seperti dugaan pertemuan tertentu atau rencana politik tertentu tanpa disertai bukti formal yang jelas.

Baca Juga :  Rekapitulasi Suara Kabupaten, Fanly: IRIS Menang, Pendukung Serahkan Proses ke KPU

“Jurnalisme seharusnya berbasis data dan fakta yang dapat diverifikasi, bukan asumsi yang berpotensi menimbulkan penilaian sepihak,” katanya.

Ketiga, ia juga menyinggung visual sampul yang dianggap tidak proporsional karena menampilkan ilustrasi tokoh secara tidak wajar. Menurutnya, media tetap memiliki tanggung jawab menjaga etika dalam penyajian visual.

Keempat, Rakhmatiyah menyebut pemberitaan tersebut berdampak pada kondisi kader di lapangan, termasuk munculnya keresahan dan persepsi negatif di masyarakat.

Baca Juga :  Pembina Apel Siaga Pengawasan, Idris Usuli, Ajak Stakeholder Bangun Sinergitas Sukseskan Pemilu

“Dampaknya tidak hanya pada citra institusi, tetapi juga dirasakan langsung oleh kader di akar rumput,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, ia menyatakan pihaknya akan menempuh mekanisme yang tersedia, termasuk menyampaikan laporan ke Dewan Pers.

“Kami menghormati kebebasan pers, namun tetap berharap praktik jurnalistik dijalankan sesuai prinsip akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab,” kata Rakhmatiyah.


**Cek berita dan artikel terbaru Komparasi.id dengan mengikuti WhatsApp Channel

Redaktur Komparasi.id