Pelestarian Bahasa Bonda Jadi Fokus Pemkab Bone Bolango, Ismet: Bahasa Adalah Identitas Daerah

KOMPARASI.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat upaya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian penting menjaga identitas dan warisan budaya masyarakat Gorontalo di tengah pengaruh modernisasi yang semakin kuat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bahasa Bonda yang diikuti masyarakat Kecamatan Bone Raya, khususnya warga Desa Mootawa dan Desa Moopiya, di Yulia Hotel, Jumat (22/5/2026).

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian penting dari keberlangsungan adat, budaya, hingga kehidupan sosial masyarakat.

“Jika tidak ada bahasa maka tidak ada pemerintahan, tidak ada negara. Karena bahasa ini merupakan mediasi antar sesama masyarakat,” ujar Ismet Mile saat membuka kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Ismet Mile Ingatkan Bahaya Program Salah Sasaran, OPD Diminta Benahi Data Pembangunan

Menurutnya, bahasa daerah menyimpan nilai sejarah, adat istiadat, serta filosofi hidup masyarakat Gorontalo yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, menurunnya penggunaan bahasa lokal di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius yang perlu segera diantisipasi.

Ia menjelaskan, Gorontalo memiliki beragam bahasa daerah seperti Bahasa Gorontalo, Bahasa Suwawa atau Bone, Bahasa Atinggola, hingga Bahasa Marisa yang masih digunakan masyarakat hingga saat ini.

Namun, sebagian bahasa mulai mengalami penurunan jumlah penutur akibat perubahan zaman dan pengaruh budaya luar.

Baca Juga :  Kos-Kosan Jadi Fokus: 90 Penghuni Jalani Tes Dini HIV di Bone Bolango

“Bahasa Bonda Alhamdulillah masih terus diangkat dan dilestarikan. Ini adalah warisan pendahulu dan orang tua kita semua yang harus kita jaga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ismet Mile juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga falsafah hidup masyarakat Gorontalo, yakni

“Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah”, sebagai dasar kehidupan sosial dan budaya masyarakat sejak dahulu.

Menurutnya, menjaga bahasa daerah berarti menjaga kesinambungan nilai adat, budaya, dan religiusitas yang diwariskan leluhur kepada generasi penerus.

Bupati Bone Bolango mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti Bimtek Bahasa Bonda tersebut.

Baca Juga :  Filosofi Arsitektur, Warna, dan Ornamen di Masjid Salman Al-Farisi

Ia berharap kegiatan pelestarian bahasa daerah dapat terus dilakukan secara berkelanjutan melalui lingkungan keluarga, pendidikan, maupun aktivitas sosial masyarakat.

“Saya merasa bangga bahwa ada penerusan warisan dari nenek moyang kita terhadap bahasa ini. Yang perlu kita lakukan adalah mengembangkan, menjaga, dan melestarikannya,” ujarnya.

Kegiatan Bimtek Bahasa Bonda dibuka secara resmi dengan pembacaan basmalah dan dihadiri masyarakat serta sejumlah pemangku kepentingan di Kecamatan Bone Raya.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menilai pelestarian bahasa daerah menjadi langkah strategis dalam menjaga jati diri masyarakat Gorontalo di tengah perkembangan zaman.

Redaktur Komparasi.id