KOMPARASI.ID – Filosofi dan makna yang terkandung dalam setiap detail arsitektur, warna, dan ornamen di Masjid Salman Al-Farisi mengandung hikmah, pembelajaran, dan semangat yang dalam.
Salah satu contoh adalah jumlah kubah sebanyak 5 buah, melambangkan Rukun Islam yang menjadi kewajiban umat Islam dan sekaligus merupakan lambang Pancasila, dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Anak tangga yang berjumlah 7 tingkat mewakili 7 lapisan langit dan bumi, serta 7 lapisan surga dan neraka. Ornamen seperti jumlah Pintu Kebaya yang berjumlah 6 posisi dengan 12 lembar dan 4 pintu masuk kamar Imam dan sound, serta jumlah kaca blok sada sebanyak 64, memiliki makna tersendiri. Misalnya, jumlah kaca blok sada melambangkan tanggal lahir Mariyani Liputo pada tanggal 12 April 1964.
Ornamen lainnya, seperti jumlah kaca blok mihrab sebanyak 20 di sisi kiri dan kanan, melambangkan tahun berdirinya masjid ini pada tahun 2020.
Lampu kecil per sisi selasar yang berjumlah 12 dan 6 buah, serta tinggi Menara dan Makar Kubah sebanyak 26, juga memiliki makna filosofis yang terkait dengan tanggal lahir anggota keluarga tertentu.
Pada bagian lainnya, penataan pintu dengan spesifikasi khusus, seperti pintu sisi kiri depan untuk jemaah perempuan dan pintu sisi kanan depan untuk jemaah laki-laki, menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan dan kenyamanan para jemaah.
Warna oranye yang mendominasi mesjid ini, mulai dari kubah hingga ornamen di dalam dan luar ruangan, dipilih karena merupakan warna kesukaan Ishak Ntoma dan Mariyani Liputo.
Selain itu, filosofi warna oranye sebagai warna yang cepat terlihat ketika dalam kondisi gelap, melambangkan harapan bahwa mesjid ini akan menjadi “cahaya” bagi mereka yang mungkin masih “tergelapkan”, sehingga dapat menjadi insan yang memiliki “nur illahi” baik di dunia maupun di akhirat.
Lingkungan mesjid yang asri dan hijau juga menjadi perhatian, dengan penataan tanaman buah-buahan di sekitar mesjid agar para jemaah dapat menikmati suasana yang sejuk dan nyaman.
Salah satu daya tarik Mesjid Salman Al-Farisi adalah penggunaan lampu dengan sistem remote yang dapat dikendalikan melalui HP Android.
Dengan sistem ini, pencahayaan mesjid dapat diatur dengan lebih fleksibel, menambah keunikan dan kenyamanan bagi pengunjung mesjid.
Dengan demikian, setiap aspek dari arsitektur, warna, dan ornamen di Mesjid Salman Al-Farisi mengandung makna dan filosofi yang mendalam, memberikan pengalaman spiritual yang berarti bagi para pengunjungnya. (AM)









Leave a Reply