KOMPARASI.ID – Calon Anggota DPR RI nomor urut 1 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Pemilihan Provinsi Gorontalo, Prof. Fory Armin Naway, telah melakukan identifikasi menyeluruh dan menyusun berbagai program serta isu-isu krusial yang akan dia suarakan dan perjuangkan demi kepentingan masyarakat Gorontalo.
Salah satu inisiatifnya adalah mengusulkan penghapusan pajak tahunan untuk kendaraan roda dua, yang selama ini memberatkan masyarakat.
Menurut Prof. Fory Armin Naway, pajak kendaraan bermotor, terutama roda dua, seharusnya hanya dibayarkan sekali oleh pemiliknya.
Hal ini penting karena kendaraan roda dua banyak digunakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, seperti pedagang sayur, pedagang siomay, pedagang bakso, penjual ikan keliling, dan elemen masyarakat lainnya.
Prof. Fory Armin Naway menyatakan kesiapannya untuk menyuarakan gagasan penghapusan pajak tahunan kendaraan roda dua, mengingat pentingnya peran kendaraan ini dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.
Ia menyoroti bahwa sebagian besar siswa dan mahasiswa di Indonesia menggunakan kendaraan roda dua.
Jika terpilih sebagai anggota DPR RI, Prof. Fory Armin Naway berkomitmen untuk mengadvokasi penghapusan pajak tahunan kendaraan roda dua di Gorontalo.
Ia menegaskan bahwa sepeda motor tidak hanya sebagai alat transportasi, melainkan juga sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat kecil, seperti tukang ojek, pengemudi bentor, dan pedagang keliling.
Prof. Fory Armin Naway mencatat bahwa banyak pedagang keliling, tukang ojek, pengemudi bentor, siswa-mahasiswa, dan pelaku UMKM membeli sepeda motor secara kredit, yang harus mereka cicil setiap bulan.
Oleh karena itu, penghapusan atau pemberlakuan pajak tahunan kendaraan roda dua harus dilakukan secara selektif, khususnya untuk kategori tertentu seperti sepeda motor mewah atau kategori sport dengan CC tinggi.
Lebih lanjut, Prof. Fory Armin Naway menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan terobosan yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah pusat guna meringankan beban masyarakat kecil.
Ia menambahkan bahwa saat membeli sepeda motor, masyarakat sudah membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN), sehingga pajak tahunan sepeda motor seharusnya menjadi pertimbangan lebih lanjut.
Dalam visi politiknya, Prof. Fory Armin Naway tidak hanya memfokuskan pada isu pajak, tetapi juga program pemberdayaan masyarakat dan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang rentan.
Sebagai aktifis di berbagai organisasi Gorontalo, ia berkomitmen untuk mewujudkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Penulis : Ali Mobiliu Editor : Risman









Leave a Reply