Save 20% off! Join our newsletter and get 20% off right away!

Cuaca Ekstrem dan Akses Jalan Sulit Hambat Evakuasi Longsor Tambang di Gorontalo

KOMPARASI.ID – Proses evakuasi korban longsor tambang di Desa Tulobalo, Gorontalo, menemui banyak kendala.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Kusworo menjelaskan, personel penyelamat menghadapi berbagai kesulitan, terutama karena kondisi cuaca ekstrem dan akses jalan yang sangat sulit.

“Kesulitan utama kami adalah cuaca yang ekstrem dan jalan yang sangat sulit dilalui. Perjalanan darat bisa memakan waktu 4 sampai 5 jam, ditambah dengan longsor di sejumlah titik,” ujar Kusworo dalam rilis pada Selasa, (9/7/2024).

Baca Juga :  Presiden Jokowi ke Gorontalo Resmikan Sejumlah Infrastruktur

Untuk mengatasi tantangan ini, Basarnas memutuskan menggunakan alat berat dalam proses evakuasi dan menambah jumlah helikopter, meski terkendala cuaca.

Selain itu, Basarnas menambah 40 personel dari Kantor Pusat Basarnas dan Kantor SAR Manado, termasuk Basarnas Special Group (BSG) yang memiliki keahlian bekerja di daerah terpencil.

Baca Juga :  Simpul WALHI Gorontalo Serukan Reforma Agraria di Hari Tani Nasional 2024

“Sistem penugasan personel dilakukan bergantian untuk menjaga stamina mereka. Ini penting agar personel yang sudah turun di hari sebelumnya dapat istirahat,” tambah Kusworo.

Baca Juga :  Polisi Pukul Mundur Massa Aksi dengan Mobil Water Canon dan Gas Air Mata

Longsor tambang di Desa Tulabolo terjadi pada Sabtu, 6 Juli 2024. Posko utama operasi SAR di Desa Tulabolo Timur mencatat 23 orang meninggal dunia dan 73 orang selamat dengan luka ringan dan berat.

Situasi ini semakin menambah urgensi bagi Basarnas untuk mempercepat proses evakuasi demi menyelamatkan lebih banyak korban.