Polisi Pukul Mundur Massa Aksi dengan Mobil Water Canon dan Gas Air Mata

KOMPARASI.ID Demonstrasi mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Gorontalo berakhir ricuh setelah polisi memukul mundur massa dengan menggunakan mobil water canon.

Aksi yang diikuti oleh ribuan mahasiswa ini bertujuan menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dinilai mengancam hak demokrasi masyarakat.

Ketegangan mulai meningkat ketika para demonstran menolak untuk membubarkan diri terlebih berpotensi rusuh situasi di lokasi semakin panas ketika sebagian massa mulai melempari bebatuan kearah barikade polisi.

Baca Juga :  Penyelesaian Konflik Pulau Rempang, Tugas Berat Menteri Investasi untuk Rencana Besar

Dalam upaya untuk meredam potensi kericuhan, polisi mengeluarkan peringatan keras agar massa segera mundur.

Namun, peringatan tersebut diabaikan oleh sebagian besar demonstran yang tetap bertahan di lokasi.

Baca Juga :  Hamzah Sidik Djibran Naik Pitam dan Turunkan Fadel Muhammad Saat Sambutan

Akibatnya, polisi mengambil tindakan tegas dengan mengerahkan mobil water canon untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah massa.

Tidak berhenti di situ, polisi juga melepaskan tembakan gas air mata ke kerumunan, yang langsung menyebar di antara para demonstran.

Suasana menjadi kacau balau ketika gas air mata mulai menyengat mata dan saluran pernapasan para demonstran.

Baca Juga :  Video Anggota DPRD Gorontalo Sebut “Rampok Uang Negara” Jadi Sorotan Warganet

Banyak dari mereka terpaksa mundur dan mencari perlindungan, beberapa bahkan terlihat jatuh terhuyung-huyung akibat efek gas air mata yang menyebar dengan cepat.

Sebagian besar massa akhirnya mundur ke jalan-jalan sekitar untuk menghindari serangan gas air mata dan water canon.