Kapitoo Nature Resort, Tempat Menepi di Tenangnya Perbukitan Toraja Utara

KOMPARASI.ID, (Travel) – Kabupaten Toraja Utara tak hanya dikenal lewat budaya dan tradisinya, tetapi juga panorama alam yang memukau. Di tengah suasana pegunungan yang sejuk, Kapitoo Nature Resort & Cafe hadir sebagai salah satu destinasi menginap favorit bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan.

Resort ini menawarkan suasana alam khas Toraja dengan hamparan sawah hijau dan perbukitan yang mengelilingi area penginapan. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat banyak pelancong memilih menghabiskan waktu di tempat ini.

Baca Juga :  Gomawo Fest 2025: Webinar Gratis untuk Kamu yang Ingin Kuliah di Korea

Konsep penginapan yang diusung juga terasa unik karena memadukan pondok kayu dengan tenda eksklusif bernuansa glamping. Suasana alami semakin terasa karena pengelola sengaja tidak menyediakan Wi-Fi. Hal itu membuat para tamu dapat benar-benar beristirahat dari rutinitas pekerjaan maupun aktivitas media sosial.

Baca Juga :  Hababa Kopi Jemput Peluang: Dari Dapur Ipilo ke Kampus UNG

Saat pagi tiba, pengunjung bisa menikmati udara segar khas pegunungan sambil memandang kabut tipis yang menyelimuti area persawahan. Sementara pada malam hari, suasana tenang dan dingin khas Toraja menciptakan pengalaman menginap yang terasa lebih intim dan menenangkan.

Tak hanya itu, Kapitoo Nature Resort juga memiliki kafe dengan panorama alam yang memikat. Banyak wisatawan memanfaatkan area tersebut untuk bersantai, menikmati kopi, hingga berburu foto dengan latar pegunungan Toraja.

Baca Juga :  Film Jumbo Animasi Lokal yang Bikin Bangga, Cetak Rekor dan Tayang di 17 Negara!

Tersedia beberapa pilihan kamar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tamu, mulai dari Rice Field Lower View, Rice Field View, hingga Family Tent untuk keluarga.

Resort ini berada di Lingkungan Kalimbuang, Benteng Ka’do, Lembang Sikuku’, Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara. Harga menginap berkisar antara Rp3,2 juta hingga Rp3,8 juta per malam.

Lulusan Ilmu Komunikasi konsentrasi jurnalistik ini meniti karier dari dunia penyiaran radio. Ia juga sempat berkarir di media cetak majalah dan surat kabar dengan pengalaman di berbagai media lokal hingga nasional. Perjalanan yang dimulainya sejak tahun 2012 ini membentuknya sebagai jurnalis yang, adaptif, dan berorientasi pada kekuatan narasi.