Rupiah Pecah Rekor, Istana Pilih Tenang: Ada Strategi Besar Prabowo yang Segera Dibuka?

Keterangan : Ilustrasi Rapat tertutup para menteri (sumber : AI)
Keterangan : Ilustrasi Rapat tertutup para menteri (sumber : AI)

KOMPARASI.ID – Di tengah tekanan pasar yang membuat rupiah menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, Presiden Prabowo Subianto justru mengumpulkan para menteri ekonomi dalam rapat tertutup di Istana Negara, Senin (18/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu memunculkan satu pesan utama dari pemerintah: pondasi ekonomi Indonesia disebut masih aman, meski pasar tengah bergejolak.

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, mulai dari Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Namun menariknya, pemerintah justru berusaha meredam spekulasi bahwa rapat tersebut digelar khusus untuk membahas anjloknya rupiah yang telah menembus Rp17.600 per dolar AS.

Baca Juga :  PHK Januari 2025 Jakarta Paling Banyak, Jawa Tengah Hilang dari Data Kemnaker?

Menteri Keuangan Purbaya menegaskan, fokus utama rapat adalah menjaga optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional dan memastikan komunikasi pemerintah kepada pasar berjalan lebih baik.

“Pondasi ekonomi betul-betul bagus. Tinggal bagaimana sosialisasi ke pasar dan investor diperkuat,” ujar Purbaya usai rapat. Dilansir dari CNBCIndonesia

Pernyataan itu muncul di tengah tekanan besar di pasar keuangan. Berdasarkan data perdagangan Senin (18/5/2026), rupiah ditutup melemah 1,03 persen ke posisi Rp17.640 per dolar AS, level penutupan terburuk sepanjang sejarah. Bahkan sepanjang perdagangan, mata uang Garuda sempat menyentuh Rp17.670 per dolar AS.

Baca Juga :  Siswa SMPN 9 Gorontalo Tembus OPSI Nasional, Bukti Pendidikan Kota Kian Progresif

Tekanan juga terjadi di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,85 persen ke level 6.599,24. Sebanyak 647 saham melemah, sementara kapitalisasi pasar anjlok menjadi Rp11.539 triliun.

Meski demikian, pemerintah tampaknya belum ingin membuka seluruh langkah yang sedang disiapkan. Purbaya mengungkapkan Presiden Prabowo telah menyiapkan strategi ekonomi tertentu yang akan diumumkan dalam waktu dekat melalui DPR RI.

Pernyataan itu memunculkan spekulasi bahwa pemerintah tengah menyiapkan paket kebijakan ekonomi baru untuk meredam tekanan pasar sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Baca Juga :  Malahengo "Anggur" Khas Gorontalo yang Kaya Potensi

Airlangga Hartarto juga memberi sinyal serupa. Ia menyebut seluruh kebijakan masih dalam tahap pematangan dan belum waktunya dipublikasikan.

Di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan langkah stabilisasi. Kementerian Keuangan dikabarkan akan mengaktifkan kembali Bond Stabilization Fund (BSF), instrumen yang digunakan untuk menyerap obligasi pemerintah di pasar guna menjaga stabilitas rupiah dan pasar surat utang negara.

Situasi ini memperlihatkan satu hal penting: pasar sedang menguji seberapa kuat pemerintah baru menghadapi tekanan global dan sentimen domestik secara bersamaan. Dan untuk pertama kalinya sejak dilantik, pemerintahan Prabowo menghadapi ujian serius terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Redaktur Komparasi.id