KOMPARASI.ID – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran vital sebagai penopang ekonomi di Gorontalo.
Namun, sering kali mereka menghadapi tantangan dalam mempromosikan produk di berbagai gerai yang ada di daerah tersebut.
Diskumperindag Provinsi Gorontalo mencatat bahwa jumlah pelaku UMKM mencapai 120 ribu unit.
Dilansir dari antaranews.com Pada tahun 2021, jumlah UMKM terdata sebanyak 72 ribu, kemudian meningkat menjadi 97 ribu pada tahun 2022, hingga mencapai 120 ribu UMKM pada tahun 2023.
Pertumbuhan UMKM di Gorontalo memberikan kontribusi positif bagi perputaran roda ekonomi.
Namun, hingga kini banyak pelaku UMKM mengalami kendala dalam memasarkan produk ke waralaba maupun minimarket yang ada.
Kendala tersebut terutama terkait persyaratan administratif dan minimnya keterlibatan minimarket yang mau mengakomodir produk UMKM lokal.

Manajer UMGO Mart, Bachrudin K. Una, M.Ak, menyatakan, hadirnya UMGO Mart bertujuan untuk memfasilitasi produk UMKM lokal.
“Hadirnya UMGO Mart merupakan bentuk perhatian kami terhadap produk UMKM lokal yang sering kali diabaikan atau bahkan tidak mendapat tempat di minimarket lainnya,” ujar Una.
Menurut Una, salah satu kunci produk UMKM lokal dapat bersaing di kancah nasional adalah kualitas dari produk tersebut.
“Kami memahami bahwa kualitas dan kuantitas produk menjadi faktor kunci agar UMKM dapat menembus pasar nasional. Terkadang, calon pembeli mengeluhkan penurunan kualitas produk jika pesanan dalam jumlah besar, sehingga kualitas produk UMKM harus terjaga,” jelasnya.
Dalam mendukung produk UMKM lokal, UMGO Mart berkomitmen untuk hadir di setiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Gorontalo.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, Gerai UMGO Mart sudah tersedia di Kabupaten Gorontalo, tepatnya di Kampus UMGO.
Saat ini, gerai untuk wilayah Kota Gorontalo sedang dalam proses pengerjaan, dan beberapa kabupaten lainnya akan segera menyusul.
“Akhir bulan ini, insyaAllah UMGO Mart akan diresmikan,” pungkasnya.










Leave a Reply