KOMPARASI.ID – Debat calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Gorontalo 2024 menarik perhatian dengan subtema Teknologi Informasi yang menjadi topik diskusi mendalam pada sesi adu argumentasi, Jumat (25/10/2024).
Para kandidat dihadapkan pada pertanyaan tentang strategi mereka untuk meningkatkan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang mengukur efektivitas penggunaan teknologi dalam layanan publik.
Berdasarkan data dari Kemenpan RB, indeks SPBE Provinsi Gorontalo tahun 2024 berada di angka 3,22 dengan predikat “Baik,” sementara kategori “Sangat Baik” baru dicapai pada nilai 3,50.
Moderator debat langsung menanyakan kepada para calon, “Jika Saudara terpilih, langkah apa yang akan diambil untuk mempercepat peningkatan teknologi informasi dalam pemerintahan Gorontalo?”
Gusnar Ismail: Infrastruktur Digital dan Transformasi Layanan Publik
Calon nomor urut 4, Gusnar Ismail, menekankan pentingnya jaringan internet yang andal di seluruh Gorontalo sebagai fondasi SPBE.
“Kita harus memastikan transformasi digital untuk semua layanan publik dimulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga rekrutmen dan pengembangan SDM pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, birokrasi modern membutuhkan SDM yang akrab dengan teknologi digital agar sistem aplikasi daring bisa diimplementasikan secara efektif.
Gusnar juga menggarisbawahi bahwa digitalisasi ini akan meningkatkan transparansi serta efisiensi anggaran pemerintah, mengurangi potensi kebocoran, dan mendorong kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Toni Uloli: Spirit Enterpreneurship untuk Generasi Muda
Toni Uloli, calon nomor urut 1, mengambil pendekatan berbeda dengan berfokus pada pengembangan jiwa wirausaha bagi generasi milenial dan Gen Z di Gorontalo.
Menurut Toni, Gorontalo sudah memiliki SDM muda yang unggul dalam penguasaan IT.
“Fokus kami adalah sektor ekonomi dan pemberdayaan generasi muda agar mereka lebih aktif dalam kontribusi digital, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui teknologi,” kata Toni.
Nelson Pomalingo: Infrastruktur dan SDM untuk Digitalisasi
Calon nomor urut 2, Nelson Pomalingo, menekankan pentingnya infrastruktur teknologi yang aman dan memadai. Di bawah kepemimpinannya sebagai Bupati, Gorontalo berhasil masuk dalam 20 besar daerah digitalisasi di Indonesia.
Nelson berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan serta menyiapkan SDM yang kompeten agar implementasi SPBE berjalan optimal.
Hamzah Isa: Kualitas SDM sebagai Kunci Sukses
Hamzah Isa menyoroti bahwa teknologi hanya alat bantu, sementara kunci utama ada pada kualitas SDM.
“Dalam IT, ada konsep ‘garbage in, garbage out’ (konsep yang menyatakan bahwa kualitas keluaran dari suatu sistem ditentukan oleh kualitas masukannya) masukan berkualitas rendah akan menghasilkan output yang sama buruknya.
Maka, kita perlu memastikan SDM yang kompeten agar perangkat canggih dapat bekerja optimal,” tegasnya. Ia juga berencana memprogramkan jaringan wifi gratis di seluruh kecamatan demi pemerataan akses internet.
Menanggapi berbagai argumen, Gusnar menutup dengan menekankan pentingnya kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) demi menjaga keamanan data pemerintahan.
“Dengan dukungan BSSN, data pemerintah akan terlindungi dari ancaman serangan siber. Keamanan data merupakan fondasi transformasi digital yang berkelanjutan di Gorontalo,” tandasnya.
Seluruh kandidat sepakat bahwa transformasi menuju sistem pemerintahan berbasis digital adalah langkah krusial dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Gorontalo.
Terlepas dari pendekatan yang berbeda, mereka memiliki visi yang sama, membawa Gorontalo menuju masa depan yang lebih digital dan transparan.















