Lurah Pauwo Tepis Tudingan Terlibat Politik Praktis dalam Pilkada Bone Bolango

KOMPARASI.ID Dugaan pelanggaran netralitas yang melibatkan seorang lurah di Kabupaten Bone Bolango mencuat setelah seorang warga melaporkannya ke Bawaslu Bone Bolango.

Lurah berinisial FM, bersama sejumlah aparatnya, dituduh mengarahkan warga untuk memilih salah satu pasangan calon bupati yang merupakan petahana dalam Pilkada Bone Bolango.

Ketika dimintai keterangan pada Rabu (6/11/2024), FM mengaku belum mendapat kepastian apakah dirinya bersama aparat kelurahan Pauwo telah resmi dilaporkan ke Bawaslu terkait tuduhan terlibat politik praktis.

Baca Juga :  Bone Bolango Gelar Bimtek KLA 2026, Perkuat Sinergi Menuju Kabupaten Layak Anak

“Saya masih bingung, apakah benar ada laporan ke Bawaslu. Sampai sekarang saya belum mendapat panggilan untuk klarifikasi dari pihak Bawaslu,” ungkapnya.

FM juga membantah tuduhan bahwa pihak kelurahan mencoret seorang warga dari daftar penerima bantuan PKH sebagaimana dilaporkan ke Bawaslu.

Baca Juga :  Dugaan Keterlibatan Salah Seorang ASN dalam Politik Praktis di Bonbol Tidak Benar

Dia menegaskan bahwa warga tersebut tetap menerima bantuan ketika operasi pasar murah digelar di Kelurahan Pauwo.

“Jika benar ia diancam akan dikeluarkan dari daftar penerima bantuan jika tidak memilih paslon tertentu, logikanya dia sudah tidak menerima bantuan?, namun faktanya tidak demikian,” tegas FM.

Baca Juga :  Ismet Mile Perkuat Peran Dasa Wisma di Tapa, PKK Jadi Motor Pemberdayaan Keluarga

Lebih lanjut, FM mengungkapkan kekhawatirannya bahwa isu ini digunakan untuk merusak reputasi pemerintah Kelurahan.

“Takutnya, ini hanya upaya untuk menjelekkan pemerintah. Jika ada persaingan di luar sana, jangan bawa-bawa kami di pemerintah kelurahan, karena kami bekerja sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Redaktur Komparasi.id