THR Karyawan Swasta di Gorontalo Terancam? DPRD Janji Kawal Hak Pekerja

KOMPARASI.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyoroti pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), bagi karyawan swasta yang terancam tertunda, akibat tekanan ekonomi dan efisiensi anggaran di sejumlah perusahaan.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menegaskan bahwa DPRD siap mencari solusi agar hak pekerja tetap terpenuhi tanpa mengabaikan kondisi sulit yang dihadapi dunia usaha.

Baca Juga :  HB Jassin dan Usulan Kepahlawanan yang Lahir dari Dua Daerah

“Dalam persoalan ini, DPRD harus menjadi pendengar yang baik. Kita tidak bisa menyerang perusahaan tanpa mengetahui situasi mereka. Oleh karena itu, kita harus berdiri di tengah untuk mencari solusi bagi kedua belah pihak,” ujar Mikson, Senin (16/03/2025).

Ia mengakui, sejumlah perusahaan bahkan berada di ambang kebangkrutan, membuat situasi semakin kompleks.

Baca Juga :  Rp180 Miliar DAK dari Pemerintah Pusat Akan Diberikan untuk Gorontalo

Meski demikian, DPRD menegaskan, THR adalah hak pekerja yang wajib diberikan sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Hingga kini, DPRD belum menerima aduan resmi dari pekerja terkait keterlambatan atau kegagalan pembayaran THR.

Namun, Mikson menegaskan pihaknya siap bertindak jika ada keluhan.

Baca Juga :  Tahapan Seleksi Calon Anggota KPID Provinsi Gorontalo Memasuki Fase Krusial

“Kita lihat nanti apakah ada perusahaan yang bermasalah atau tidak, kita pantau dari laporan masyarakat,” tambahnya.

DPRD Provinsi Gorontalo memastikan akan terus mengawal persoalan ini, agar kesejahteraan pekerja tetap terjaga tanpa mengganggu keberlangsungan dunia usaha.


**Cek berita dan artikel terbaru Komparasi.id dengan mengikuti WhatsApp Channel

Redaktur Komparasi.id