Tak Hanya Soal Stok, DPRD Provinsi Gorontalo Soroti Minimnya Produk Lokal di Ritel Modern

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Indogrosir (foto : Set DPRD)
Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Indogrosir (foto : Set DPRD)

KOMPARASI.ID – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Indogrosir Kota Gorontalo, Selasa (3/3/2026), untuk memverifikasi langsung aduan masyarakat terkait kelangkaan beras dan bahan pokok lainnya. Langkah ini dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri, periode yang identik dengan lonjakan konsumsi rumah tangga.

Pemantauan difokuskan pada dua aspek utama: ketersediaan stok dan stabilitas harga. Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyatakan bahwa hasil pengecekan menunjukkan stok dalam kondisi cukup dan harga relatif stabil.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Ajak Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan, Ridwan Monoarfa Tekankan Lima Pesan Penting

“Kami memastikan langsung kondisi di lapangan. Dari hasil pemantauan, stok aman dan harga masih dalam batas wajar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi II, Meyke Camaru. Berdasarkan pengecekan di gudang dan area penjualan, ketersediaan beras, minyak goreng, gula, tepung, serta komoditas pokok lainnya dinilai mencukupi hingga Lebaran.

Komisi II menekankan pentingnya menjaga kelancaran distribusi agar tidak terjadi kekosongan di tingkat ritel maupun lonjakan harga akibat spekulasi pasar.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Gorontalo Kritik Salah Sasaran Proyek Irigasi dan Rendahnya Progres Infrastruktur

Namun, dalam monitoring tersebut DPRD mencatat persoalan struktural lain: sebagian besar produk seperti daging dan ayam masih dipasok dari Pulau Jawa. Kondisi ini menunjukkan rendahnya kontribusi produk lokal Gorontalo di ritel modern.

Ridwan Monoarfa mendorong agar manajemen Indogrosir membuka ruang lebih luas bagi komoditas lokal, termasuk beras kemasan 2 kilogram produksi petani Gorontalo.

Menurutnya, perluasan akses pasar ritel modern bagi produk daerah menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa: Jangan Biarkan Nelayan Kehilangan Arah Hidup

Komisi II memastikan pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada momentum hari besar keagamaan.

Pendekatan berbasis data dan pemantauan langsung di lapangan dinilai penting untuk menjaga stabilitas pangan dan melindungi daya beli masyarakat.

Redaktur Komparasi.id