Jembatan Bambu Tak Layak, Ridwan Monoarfa Tinjau Langsung Aspirasi Petani Bulontio Timur

KOMPARASI.ID Wakil Ketua I DPRD Gorontalo Utara, Ridwan Monoarfa, meninjau langsung kondisi jembatan bambu di Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara.

Jembatan tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses penghubung menuju lahan pertanian seluas kurang lebih 50 hektare.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi kelompok tani setempat yang menginginkan pembangunan jembatan gantung permanen.

Baca Juga :  Rapat Perdana Sekretariat DPRD, Rifli Katili Tekankan Profesionalisme

Para petani berharap jembatan baru itu dapat dilalui sepeda motor, sehingga mempermudah distribusi hasil panen seperti padi dan jagung.

Dengan mengenakan kemeja hitam dan didampingi perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Ridwan tak hanya berdiri di pinggir jembatan.

Ia turut menaiki langsung jembatan bambu yang disebut-sebut sudah tidak layak demi memastikan keluhan masyarakat petani.

Baca Juga :  Anggaran Pokir DPRD Provinsi Gorontalo 2026 Turun, Hanya Tersisa Rp50,8 Miliar

“Saya ingin lihat sendiri seperti apa kondisinya. Kita tidak bisa hanya mendengar laporan di atas meja,” ujar Ridwan di sela kunjungannya.

Meski sederhana, jembatan bambu itu menjadi nadi penghubung ekonomi warga. Banyak petani yang bergantung pada jalur tersebut untuk mengangkut hasil ladang.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Nelayan

Namun seiring waktu, struktur bambu yang sudah lapuk dan sempit mulai mengancam keselamatan.

Pihak DPRD dan Dinas PU disebut akan segera menindaklanjuti rencana pembangunan jembatan gantung sesuai aspirasi warga.

Ridwan menegaskan pentingnya infrastruktur desa yang layak demi mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.