Lewat CFD, BRI Gorontalo Gaet Warga Tanpa Sekat dan Dorong Inklusi Digital

KOMPARASI.ID Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Nani Wartabone, Gorontalo, Minggu pagi tampak berbeda.

Di antara warga yang jogging dan ikut zumba, hadir tenda biru dengan logo Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Komang Wahyu kepala cabang BRI Gorontalo mengatakan, kegiatan ini Bukan sekadar promosi, ini strategi mendekatkan layanan digital langsung ke masyarakat.

BRI Kantor Cabang Gorontalo memanfaatkan CFD untuk mendorong aktivasi BRImo, edukasi QRIS, dan memberikan informasi soal lelang agunan yang ada di bri dengan membagi bagikan brosur , Pendekatannya santai, tapi hasilnya konkret.

Baca Juga :  BRI Gorontalo Meriahkan HUT ke-129 dengan Lomba Seru dan Family Gathering

Literasi keuangan tidak harus di ruang seminar dan harus hadir di ruang publik.

“Kami ingin masyarakat merasa bank adalah bagian dari keseharian,” ujar Kepala Cabang BRI Gorontalo, Komang Wahyu WP.

Keterangan Foto: Seorang staf BRI Gorontalo membagikan brosur layanan perbankan digital kepada warga yang melintas di Car Free Day Jalan Nani Wartabone
Keterangan Foto: Seorang staf BRI Gorontalo membagikan brosur layanan perbankan digital kepada warga yang melintas di Car Free Day Jalan Nani Wartabone

Tanpa meja kasir dan antrean, staf BRI aktif mengedukasi warga. Mulai dari instalasi BRImo, cara transaksi via QRIS, hingga manfaat layanan kredit.

Baca Juga :  Polemik BCA, BLBI, dan Akuisisi: Antara Narasi Pemerintah, Kwik Kian Gie, dan Respons Korporasi

Lanjutnya, Aktivitas interaktif ini dirancang untuk meningkatkan inklusi keuangan secara langsung.

“Banyak yang awalnya cuma lewat, tapi akhirnya berhenti dan tanya. Mereka sebenarnya butuh informasi, hanya belum tahu mulai dari mana,” kata salah satu staf BRI.

Baca Juga :  4 Golongan Wajib Pajak Ini Bebas Tak Lapor SPT Mulai 2025

Di seberang jalan, pegawai BRI membaur dengan warga, mengangkat spanduk kecil bertuliskan “Ayo Aktivasi BRImo Hari Ini!” mengajak dengan pendekatan personal.

Komang menegaskan, inisiatif ini bukan sekadar promosi. “Kami ingin transformasi digital BRI terasa nyata. Interaksi langsung membangun kepercayaan,” ujarnya.

Melalui pendekatan humanis ini, BRI membuktikan bahwa inklusi keuangan bisa dimulai dari jalanan kota. Dari tenda kecil, akses besar ditawarkan.