Kopi Kenangan Gorontalo: Tongkrongan Anak Muda yang Tak Pernah Sepi

KOMPARASI.ID – Siang baru melewati pukul 13.00 WITA, namun suasana di Kopi Kenangan Gorontalo sudah terasa hidup. Meja-meja mulai terisi, laptop terbuka, obrolan pelan berpadu dengan suara mesin kopi yang sesekali berdengung. Menjelang malam, ritme itu bukannya mereda, justru semakin padat.

Bagi banyak pengunjung, Kopken bukan sekadar tempat membeli minuman. Ia menjelma menjadi ruang singgah tempat bekerja, berdiskusi, hingga sekadar mengambil jeda dari padatnya aktivitas harian.

Manager Kopi Kenangan Gorontalo, Veby Angguti, menyebut lonjakan pengunjung terjadi hampir setiap hari, terutama dari siang hingga malam.

Baca Juga :  SUN 1 Stand Up Indo Gorontalo Sukses Digelar, Bukti Kebangkitan Komedi Lokal

Area indoor umumnya diisi pekerja kantoran yang datang dengan laptop dan agenda kerja. Sementara di area outdoor, suasana lebih santai dipenuhi anak muda yang berbincang, tertawa, dan menikmati waktu luang.

Kenyamanan ruang menjadi salah satu daya tarik utama. Area dalam dilengkapi sofa yang mendukung aktivitas duduk dalam waktu lama. Secara keseluruhan, tersedia sekitar 95 kursi dengan 105 meja di indoor.

Sementara di area luar, kapasitasnya lebih besar dengan sekitar 195 kursi dan 95 meja, memberi ruang interaksi yang lebih lepas.

Baca Juga :  Hababa Kopi Jemput Peluang: Dari Dapur Ipilo ke Kampus UNG

Berlokasi di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Kopi Kenangan tumbuh sebagai salah satu titik tongkrongan yang konsisten ramai. Bukan semata karena kopi, tetapi juga pengalaman yang ditawarkan.

Veby, yang akrab disapa Eby, menambahkan bahwa operasional kafe ini juga melibatkan tenaga kerja lokal. Dari total 12 karyawan, sebanyak 11 orang merupakan warga Gorontalo, sementara satu lainnya berasal dari Manado, Sulawesi Utara.

Seluruh karyawan mendapatkan upah sesuai UMP Gorontalo, ditambah insentif berbasis capaian, serta fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  City Food Fest dan Ikhtiar Menata Ulang Etalase Ekonomi Gorontalo

Fasilitas pendukung turut diperhatikan. Tersedia mushola bagi pengunjung yang ingin menunaikan ibadah, lengkap dengan sarung, sajadah, dan mukena.

“Kami siapkan masing-masing tiga sarung, tiga mukena, dan tiga sajadah,” ujar Eby.

Di sisi lain, harga menu tetap dijaga agar ramah di kantong. Minuman dibanderol mulai dari Rp19 ribu hingga Rp40 ribu untuk ukuran jumbo, menjadikannya tetap terjangkau bagi berbagai kalangan.

Redaktur Komparasi.id