Utusan Khusus Presiden RI, Muhammad Mardiono Serahkan Bantuan Irigasi dan Beras di Bone Bolango, Singgung Ancaman Geopolitik Global

Bupati Ismet Mile menerima piagam penghargaan dari Utusan Khusus Presiden RI
Bupati Ismet Mile menerima piagam penghargaan dari Utusan Khusus Presiden RI

KOMPARASI.ID – Utusan Khusus Presiden bidang ketahanan pangan, Muhammad Mardiono, menggelar pertemuan dengan penyuluh pertanian, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan para kepala desa di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa, (10/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lupa Lelah sekitar pukul 13.30 Wita itu dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pemeliharaan jaringan irigasi tersier Tahun Anggaran 2026 serta penyaluran bantuan beras kepada masyarakat penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Mardiono menyinggung situasi geopolitik global yang menurutnya turut memengaruhi kondisi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Ia mencontohkan sejumlah konflik internasional seperti perang Rusia-Ukraina, konflik Israel-Palestina, hingga ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menurut dia, konflik tersebut berdampak pada rantai pasok global, terutama sektor logistik, energi, dan pangan.

“Dunia saat ini sedang menghadapi berbagai konflik. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara yang berperang, tetapi juga memengaruhi kehidupan ekonomi global,” kata Mardiono.

Ia menjelaskan, konflik internasional berpotensi mengganggu distribusi berbagai komoditas strategis, termasuk pangan. Indonesia, kata dia, masih bergantung pada impor untuk sejumlah kebutuhan seperti gandum dan bahan baku pupuk.

Baca Juga :  Pj. Sekda Kabupaten Gorontalo Apresiasi Sosialisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak, Tingkatkan Kapasitas SDM Pemerintah
Keterangan foto : Muhammad Mardiono Serahkan Bantuan Beras di Bone Bolango (komparasi.id)
Keterangan foto : Muhammad Mardiono Serahkan Bantuan Beras di Bone Bolango (komparasi.id)

“Sebagian kebutuhan pangan kita masih berasal dari impor. Karena itu masyarakat Indonesia pada dasarnya masih menjadi konsumen produk impor,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah saat ini mendorong penguatan ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan.

Mardiono mencontohkan kebijakan pemerintah yang menghentikan impor beras pada 2025 sebagai upaya melindungi petani dalam negeri, khususnya pada masa panen.

“Bangsa yang besar tidak boleh bergantung pada impor pangan. Karena itu Presiden memerintahkan agar impor beras dihentikan,” katanya.

Ia juga mengingatkan aparat pemerintah daerah hingga tingkat desa agar tidak ragu mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

“Jangan takut mengambil kebijakan yang pro-rakyat demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Keterangan Foto : Bupati Bonebolango Serahkan Bantuan Irigasi ke masyarakat
Keterangan Foto : Bupati Bonebolango Serahkan Bantuan Irigasi ke masyarakat

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bone Bolango, Ismet Mile, mengatakan kehadiran utusan khusus presiden menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca Juga :  Menjelang Nataru, Grand Q Hotel Gorontalo Hadirkan Promo Menarik, ada diskon hingga 15%

Menurut dia, kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap upaya penguatan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan di daerah.

“Hari ini dapat dikatakan sebagai hari yang membahagiakan bagi masyarakat Kabupaten Bone Bolango. Kami merasa bangga karena dikunjungi langsung Utusan Khusus Presiden di bidang ketahanan pangan,” kata Ismet.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut juga disertai sejumlah program konkret yang langsung dirasakan masyarakat, seperti bantuan pertanian dan pelaksanaan pasar murah.

“Berbagai implementasi program telah dilakukan, mulai dari bantuan untuk sektor pertanian hingga pasar murah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ismet, bantuan yang diserahkan dalam kegiatan itu merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Bantuan yang diserahkan hari ini melalui Bapak Muhammad Mardiono merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat, terutama di bidang pertanian. Ini tentu perlu kita banggakan karena beliau tidak hanya melihat Bone Bolango dari kejauhan, tetapi hadir langsung bersama rombongan untuk menyerahkan bantuan sembako dan bantuan pemeliharaan jaringan irigasi tersier Tahun Anggaran 2026,” kata Ismet.

Baca Juga :  Jurnalis Gorontalo Bersatu, Deklarasi Aliansi Baru untuk Pers yang Lebih Kritis

Ia juga menyinggung sejarah berdirinya Kabupaten Bone Bolango sebagai daerah otonomi baru yang lahir dari proses pemekaran pada 2003. Saat itu, Menteri Dalam Negeri datang langsung ke daerah tersebut untuk melantik dirinya sebagai pejabat bupati pertama.

“Bone Bolango adalah daerah pemekaran. Saya termasuk salah satu yang memperjuangkan lahirnya daerah otonomi ini. Pada 2003, Menteri Dalam Negeri datang langsung ke Bone Bolango untuk melantik saya sebagai pejabat bupati pertama,” ujarnya.

Ismet mengatakan kecintaannya terhadap daerah tersebut mendorongnya kembali maju dalam kontestasi kepemimpinan daerah. Dalam proses seleksi yang diikutinya, ia memperoleh dukungan sekitar 70 persen suara.

Dalam pertemuan itu, kata dia, kegiatan dihadiri sekitar 50 pimpinan OPD, 18 camat, serta 165 kepala desa di Kabupaten Bone Bolango.

Menurut Ismet, seluruh perangkat daerah yang hadir merupakan garda terdepan dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat di daerah tersebut.

Redaktur Komparasi.id