Dari Leato Selatan ke Nasional, Dua Siswa SMPN 9 Gorontalo Tembus Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2026

KOMPARASI.ID – Kabar membanggakan datang dari SMP Negeri 9 Kota Gorontalo. Dua siswanya, Cahya Nisa Adai dan Moh. Nabil Lukum, berhasil menembus seleksi proposal Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2026 (OPSI) tingkat nasional.

Capaian ini memastikan keduanya melangkah ke tahap berikutnya dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Cahya dan Nabil menunjukkan ketekunan, kreativitas, serta kemampuan riset yang matang dalam menyusun proposal penelitian hingga dinilai layak dan berkualitas oleh dewan juri nasional.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah memiliki potensi besar dalam bidang penelitian dan sains.

Kepala SMP Negeri 9 Kota Gorontalo, Erwin Asnawi,M.Pd mengatakan, pihak sekolah merasa bangga atas capaian tersebut.

Menurut dia, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sekolah yang berada di wilayah pesisir, tepatnya di Leato Selatan, tetap mampu berprestasi dan berkontribusi di bidang penelitian.

Baca Juga :  Cerita Inspiratif Mahasiswa Berprestasi di Ruangguru Clash of Champion

Ia menjelaskan, proses menuju capaian ini diawali dari sosialisasi kegiatan OPSI melalui program pembiasaan literasi kepada peserta didik. Dari kegiatan tersebut, sekolah memberikan motivasi serta berbagi pengalaman hingga memunculkan minat siswa terhadap penelitian.

“Dari sosialisasi dan motivasi itu, ada siswa yang tertarik dan mulai mengajukan ide, khususnya di bidang sosial. Kami kemudian memberikan ruang dengan membina dan mendampingi mereka hingga ide tersebut dituangkan dalam bentuk proposal penelitian,” ujar Asnawi.

Proposal yang diajukan mengangkat tema perilaku merokok dan konsumsi minuman keras pada anak. Proposal tersebut kemudian berhasil lolos ke tahap berikutnya.

Asnawi menegaskan, capaian ini tidak lepas dari peran guru pembimbing yang dengan sabar mendampingi kedua siswa selama proses penyusunan proposal.

Baca Juga :  HMJ Komunikasi Unisan Gorontalo Gelar Pelatihan Jurnalisme Investigasi Bersama Jurnalis Tempo
Keterangan Foto : Kepala SMP Negeri 9 Kota Gorontalo, Erwin Asnawi, M.Pd. (Komparasi.id)
Keterangan Foto : Kepala SMP Negeri 9 Kota Gorontalo, Erwin Asnawi, M.Pd. (Komparasi.id)

Sejauh ini, sekolah menerapkan program pembiasaan literasi yang dilaksanakan setiap pekan setelah shalat duha. Program ini sejalan dengan visi Kota Gorontalo sebagai pusat pendidikan serta program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui konsep make up school, yakni menjadikan setiap tempat sebagai ruang belajar.

Selain itu, sekolah juga mengusung visi “Bersinar” (Bersinergi, Bernalar, dan Religius) sebagai dasar dalam membangun budaya berpikir kritis siswa. Strategi yang dilakukan antara lain memperkuat literasi serta mendorong siswa mengungkapkan pengalaman dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Dalam mendukung prestasi siswa, sekolah menyediakan fasilitas perpustakaan terakreditasi yang dilengkapi layanan internet sebagai sumber referensi, baik cetak maupun digital.

Baca Juga :  Pakar Pertanian Gorontalo: Program Petani Milenial Kunci Revitalisasi Sektor Pertanian Indonesia

“Lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari sumber belajar bagi peserta didik,” kata Asnawi.

Ke depan, tim OPSI yang dibimbing oleh Firmansyah Yantu akan turun langsung ke masyarakat untuk melakukan penelitian lapangan, khususnya di wilayah pesisir sekitar sekolah, sesuai dengan tema penelitian yang diangkat.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi sekolah adalah memastikan pendampingan yang optimal bagi siswa dalam proses penelitian lanjutan.

Untuk itu, sekolah telah menyiapkan dukungan, termasuk mengalokasikan anggaran penelitian dalam RKAS Tahun 2026 sesuai petunjuk teknis dana BOS.

Sebelumnya, SMP Negeri 9 Kota Gorontalo juga pernah meraih peringkat ketiga nasional dalam ajang penelitian ilmiah remaja.

Asnawi berharap, capaian ini dapat memotivasi siswa lain untuk ikut berprestasi di masa mendatang.

“Pesan kami kepada siswa, jangan takut pada rintangan. Di balik itu ada kesempatan besar untuk berprestasi, karena prestasi akan mengubah tantangan menjadi peluang,” ujarnya.(***)