KOMPARASI.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus menunjukkan komitmennya menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan anggaran daerah.
Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Gedung Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tapa, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang dipadati ratusan warga tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Mengusung tema “Menjaga Stabilitas Pasokan Harga Pangan Serta Mendukung Daya Beli Masyarakat”, Gerakan Pangan Murah menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi guna membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, mengatakan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini memang sedang menghadapi tantangan besar.
Pemkab Bone Bolango, menurutnya, harus melakukan efisiensi menyusul pengurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mencapai Rp100 miliar.
“Tahun ini APBD kita mengalami pengurangan hingga Rp100 miliar. Namun pemerintah daerah tetap berkomitmen hadir untuk membantu masyarakat,” ujar Ismet Mile di hadapan warga.
Meski di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Bone Bolango memastikan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Salah satunya melalui intervensi harga pangan lewat subsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.
“Keinginan kami sederhana, bagaimana rakyat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah akan terus mencari solusi agar program-program pro rakyat tetap berjalan,” kata Ismet.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan ekonomi Bone Bolango.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan komunikasi intensif bersama pemerintah provinsi dan pihak perusahaan pertambangan terkait pengembangan sektor investasi daerah.
Hasilnya, mulai pertengahan tahun 2026 mendatang, aktivitas pertambangan di Bone Bolango yang sebelumnya masih berada pada tahap eksplorasi direncanakan naik ke tahap eksploitasi.
Perubahan status tersebut diproyeksikan akan berdampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone Bolango.
“Insyaallah mulai Juli 2026 nanti ada potensi tambahan pendapatan daerah yang cukup besar. Ini akan menjadi modal penting untuk menggerakkan kembali ekonomi daerah dan mendukung berbagai program pembangunan masyarakat,” jelasnya.
Kehadiran Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol bahwa di tengah tantangan anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga Bone Bolango.








Leave a Reply