Save 20% off! Join our newsletter and get 20% off right away!

Bapaslon ‘IRIS’ Tegaskan Pentingnya Netralitas ASN dan Aparat Desa di Bone Bolango

KOMPARASI.IDMenjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango dari jalur perseorangan, Ismet Mile dan Risman Tolingguhu (IRIS), menekankan pentingnya netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan aparat desa.

Penyampaian itu diungkapkan melalui Ketua Tim Pemenangan IRIS, Saipul Suleman, mengingatkan agar ASN dan aparat desa di Kabupaten Bone Bolango tetap menjaga netralitas.

Baca Juga :  Koordinasi Persiapan Kampanye dan Dana Kampanye Pemilu 2024 oleh KPU Provinsi Gorontalo

Imbauan netralitas ini bertujuan, demi terciptanya pemilihan yang bersih dan demokratis. Rabu (7/8/2024).

Saipul mengungkapkan bahwa potensi pelanggaran netralitas ASN dan aparat desa dalam setiap penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada bukan hal yang mustahil. Terlebih jika salah satu kontestan adalah petahana.

“Tentu kita semua menginginkan mereka (ASN dan aparat desa) tidak terlibat langsung dalam proses dukung-mendukung, apalagi ikut menjadi tim sukses salah satu paslon, karena ini bisa berujung pada pidana pemilu,” ujarnya.

Baca Juga :  Diserang Secara Pribadi, Ismet Mile: Ismet Mile: Saya Pernah Dipenjara Demi Rakyat, Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Menurut Saipul, penyelenggaraan Pilkada sebagai sarana seleksi pemimpin daerah harus terlaksana secara demokratis, bersih, dan jauh dari kecurangan. Hal ini penting agar bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

“Segala bentuk atau tindakan oleh ASN dan aparat desa yang mengarah pada sikap tidak netral merupakan kecurangan dan harus dicegah,” tegasnya.

Baca Juga :  Paslon 'ROAD' Tawarkan Solusi Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Transparan

Ia juga berharap masyarakat berperan aktif membantu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dengan melakukan pengawasan dan melaporkan jika menemukan dugaan atau indikasi ASN di Kabupaten Bone Bolango yang menjadi tim sukses salah satu paslon.

“Kami berharap setiap warga bisa ikut mengawasi dan melaporkan ke Bawaslu jika menemukan ada oknum ASN atau aparat desa yang terindikasi melanggar netralitas dalam Pilkada,” pungkasnya.