Diserang Secara Pribadi, Ismet Mile: Ismet Mile: Saya Pernah Dipenjara Demi Rakyat, Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Keterangan Foto : Masyarakat antusias foto bersama paslon IRIS usai Kampanye.
Keterangan Foto : Masyarakat antusias foto bersama paslon IRIS usai Kampanye.

KOMPARASI.ID Mendekati Pilkada 2024, tensi politik di Bone Bolango semakin meningkat.

Isu pribadi mulai digunakan untuk menyerang para kandidat, termasuk Ismet Mile, salah satu Calon Bupati Bone Bolango.

Ismet, yang pernah menjadi terpidana dalam kasus pengalihan anggaran, menjadi sasaran serangan politik yang mengangkat masa lalunya.

Namun, Ismet tetap tenang dan meminta para pendukungnya untuk tidak berlebihan merespons isu ini.

Baca Juga :  Ketua DPC PDIP Temui Ketua DPD II Golkar Bahas Pencalonan Andi Ilham di Pilwako Gorontalo

Ia menjelaskan bahwa keputusan yang diambil pada 2004 terkait bencana banjir bandang di Bone Bolango adalah demi kepentingan masyarakat yang terdampak.

Baca Juga :Mewujudkan ‘WPR’ Komitmen Risman Tolingguhu di Pilkada Bone Bolango

“Saya tidak pernah menyesali keputusan itu, meskipun harus dipenjara. Waktu itu, anggaran untuk penanganan bencana hanya Rp100 juta, jelas tidak cukup. Saya menggeser Rp20 miliar agar bisa membantu rakyat yang terdampak,” ujar Ismet, Sabtu (5/10/2024).

Baca Juga :  5 Februari 2024 Prabowo Subianto Kunjungi  Sulawesi Utara 

Menurutnya, isu ini selalu muncul saat Pilkada sebagai strategi politik untuk merusak citranya. Namun, ia yakin masyarakat Bone Bolango sudah paham dengan perjuangannya.

“Rakyat sudah tahu, isu ini tidak mempan lagi. Mereka tahu saya dipenjara karena membela kepentingan mereka,” tambah Ismet.

Baca Juga : IRIS Pastikan Program 2 Ekor sapi Bukan Omong Kosong

Baca Juga :  KPU Kabupaten Gorontalo Siapkan Debat Cabup-cawabup 2024: Ajang Adu Gagasan Menjelang Pilkada

Sementara itu, Fanly Katili, juru bicara Tim Kuasa Hukum Paslon IRIS, mengingatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menindak tegas pelanggaran kampanye yang menyerang pribadi kandidat.

Menurutnya, Pilkada seharusnya menjadi ajang adu gagasan, bukan serangan personal.

“Kami berharap Bawaslu bisa mengawal proses ini dengan baik agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh narasi-narasi yang tidak sehat,” tutup Fanly.

Redaktur Komparasi.id