Posyandu Didorong Jadi Garda Depan Lawan Kemiskinan di Gorontalo

Keterangan : Bupati Bone Bolango dorong Posyandu jadi garda depan melawan kemiskinan melalui integrasi layanan dasar dan dukungan anggaran. (sumber ulanda)
Keterangan : Bupati Bone Bolango dorong Posyandu jadi garda depan melawan kemiskinan melalui integrasi layanan dasar dan dukungan anggaran. (sumber ulanda)

KOMPARASI.ID – Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, mendorong transformasi Posyandu sebagai garda terdepan dalam menjawab persoalan kemiskinan, bukan sekadar layanan rutin berbasis administrasi.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Roadshow Pembinaan dan Monitoring Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu di Desa Langge, Kecamatan Tapa, Senin (4/5/2026).

Dalam forum yang melibatkan pemerintah daerah, kader Posyandu, serta pengampu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Ismet menautkan langsung peran Posyandu dengan kondisi kemiskinan di Gorontalo.

“Hasil survei Badan Pusat Statistik menunjukkan Gorontalo masuk lima besar provinsi termiskin di Indonesia. Ini harus dijawab bersama oleh pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Merlan Raih Prestasi Opini WTP ke-11 dari BPK Provinsi Gorontalo 

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perubahan cara kerja pelayanan dasar agar lebih menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Posyandu, kata dia, harus menjadi pusat intervensi terpadu lintas sektor.

Seiring implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini diperluas fungsinya tidak hanya pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Namun, Ismet mengingatkan bahwa transformasi tersebut tidak akan berjalan tanpa dukungan anggaran yang memadai.

“Posyandu ini hanya akan berjalan kalau ada dukungan dana. Kalau tidak ada, maka tinggal nama saja dan tidak bisa bergerak apa-apa,” tegasnya.

Baca Juga :  Filosofi Arsitektur, Warna, dan Ornamen di Masjid Salman Al-Farisi

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah serius menopang program tersebut. Menurutnya, Posyandu merupakan instrumen penting dalam memastikan layanan dasar benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Kepada enam SPM saya perintahkan agar tidak bermain soal Posyandu. Ini menyangkut kepentingan rakyat,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat agar program yang dijalankan tepat sasaran.

“Yang utama adalah bagaimana kita membangun komunikasi timbal balik antara enam SPM dengan rakyat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ismet turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Sebanyak 218 warga tercatat sebagai penerima manfaat dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Bone Bolango Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30

Ia menilai bantuan itu menjadi sinyal bahwa perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan mulai diperkuat secara konkret.

“Ini menunjukkan ada kepedulian besar terhadap masyarakat,” ucapnya.

Menutup arahannya, Ismet mengingatkan pentingnya pelayanan yang dilandasi keikhlasan. Ia berharap seluruh aparatur dan kader Posyandu bekerja dengan hati dalam melayani masyarakat.

“Saya berharap manfaatnya bukan hanya untuk dunia, tapi juga menjadi alasan Allah menempatkan kita di surga,” katanya.

Roadshow ini sekaligus menjadi ruang evaluasi dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendorong Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar yang berdaya guna di daerah.

Redaktur Komparasi.id