Sebut Kenakalan Remaja sebagai Kreativitas, Wakasek Kesiswaan Minta Maaf

Wakasek Kesiswaan Zulkarnain Tanipu saat memberikan mengklarifikasi terkait pernyataan yang menjadi polemik di masyarakat, bertempat di SMKN 1 Kota Gorontalo (17/09/2024). (Foto : Randa/Komparasi.id)
Wakasek Kesiswaan Zulkarnain Tanipu saat memberikan mengklarifikasi terkait pernyataan yang menjadi polemik di masyarakat, bertempat di SMKN 1 Kota Gorontalo (17/09/2024). (Foto : Randa/Komparasi.id)

KOMPARASI.ID – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Zulkarnain Tanipu meminta maaf terkait pernyataannya yang menyebut kasus masuknya Minuman Keras (Miras) di lingkungan sekolah sebagai Kreatifitas.

Zulkarnain menyebut bahwa ia tidak bermaksud untuk membuat kehebohan di tengah masyarakat.

Pihak sekolah, kata dia, hanya mencoba untuk berprespektif positif yang dimana kemungkinan anak-anak butuh perhatian khusus.

Baca Juga : Soal Miras di Lingkungan Sekolah, Dikbud Enggan Sebut Kelalaian

Baca Juga :  458 Wargabinaan Lapas II A Gorontalo Akan Terima Remisi Khusus Idul Fitri 1445 H

“Mohon maaf saya sampaikan saya tidak membuat heboh, kalimat itu muncul pada saat konferensi kasus, di konferensi kasus tersebut pihak sekolah tidak bisa untuk menjudge melihat apakah ini salah atau benar, ketika anak-anak melakukan hal seperti ini kita berspektif positif,” kata Zulkarnain, Selasa (17/09/2024).

“Jadi yang disampaikan bahwa mungkin ini adalah kreativitas anak-anak yang mungkin butuh sentuhan,penyaluran, atau butuh treatment dari pihak sekolah,” lanjutnya.

Baca Juga :  Dana BOS Raib, Aktivis Desak Pemerintah Tarik Kas Daerah dari BSG

Zulkarnain mengatakan, kalimat tersebut muncul saat pihak sekolah bersama orang tua siswa berusaha untuk mencarikan solusi terkait persoalan tersebut.

“Kalimat kreativitas itu muncul pada saat kita bersama orang tua, mencarikan solusi dan titik temu agar anak-anak ini nantinya bagaimana,” terangnya.

Baca Juga :  Kapolres Gorontalo Kota Lakukan Pengecekan Kesiapan Operasi Ketupat Otanaha 1445 H

Baca Juga : Dugaan Perundungan di SMK 1 Gorontalo, 4 Siswa Diamankan

Sebelumnya, seorang siswa berinisial AR(14) harus dilarikan ke RSUD Aloei Saboe setelah menjalani korban dugaan penganiayaan saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung.

Kasus ini pun menjadi heboh saat video penganiayaan usai mengkonsumsi miras tersebut viral di media sosial sehingga mendapat banyak kecaman dari masyarakat.(*)

Redaktur Komparasi.id