KOMPARASI.ID – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Zulkarnain Tanipu meminta maaf terkait pernyataannya yang menyebut kasus masuknya Minuman Keras (Miras) di lingkungan sekolah sebagai Kreatifitas.
Zulkarnain menyebut bahwa ia tidak bermaksud untuk membuat kehebohan di tengah masyarakat.
Pihak sekolah, kata dia, hanya mencoba untuk berprespektif positif yang dimana kemungkinan anak-anak butuh perhatian khusus.
Baca Juga : Soal Miras di Lingkungan Sekolah, Dikbud Enggan Sebut Kelalaian
“Mohon maaf saya sampaikan saya tidak membuat heboh, kalimat itu muncul pada saat konferensi kasus, di konferensi kasus tersebut pihak sekolah tidak bisa untuk menjudge melihat apakah ini salah atau benar, ketika anak-anak melakukan hal seperti ini kita berspektif positif,” kata Zulkarnain, Selasa (17/09/2024).
“Jadi yang disampaikan bahwa mungkin ini adalah kreativitas anak-anak yang mungkin butuh sentuhan,penyaluran, atau butuh treatment dari pihak sekolah,” lanjutnya.
Zulkarnain mengatakan, kalimat tersebut muncul saat pihak sekolah bersama orang tua siswa berusaha untuk mencarikan solusi terkait persoalan tersebut.
“Kalimat kreativitas itu muncul pada saat kita bersama orang tua, mencarikan solusi dan titik temu agar anak-anak ini nantinya bagaimana,” terangnya.
Baca Juga : Dugaan Perundungan di SMK 1 Gorontalo, 4 Siswa Diamankan
Sebelumnya, seorang siswa berinisial AR(14) harus dilarikan ke RSUD Aloei Saboe setelah menjalani korban dugaan penganiayaan saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung.
Kasus ini pun menjadi heboh saat video penganiayaan usai mengkonsumsi miras tersebut viral di media sosial sehingga mendapat banyak kecaman dari masyarakat.(*)










Leave a Reply