Warga Kawasi Serukan Persatuan, Tolak Pendampingan yang Dianggap Memecah Belah

Keterangan Foto : Ilustrasi Persatuan (sumber : pinterest)
Keterangan Foto : Ilustrasi Persatuan (sumber : pinterest)

KOMPARASI.ID, HALMAHERA – Aliansi Warga Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menyatakan menolak segala bentuk advokasi atau pendampingan yang dinilai berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Menurut Dalfa Jouronga, mewakili Aliansi Warga Desa Kawasi, pernyataan sikap tersebut lahir setelah warga mencermati dinamika sosial yang terjadi di Desa Kawasi selama sekitar satu tahun terakhir.

Baca Juga :  Pasutri Asal Boltim Laporkan Dugaan Penipuan Mobil Pick-Up, Berujung Kecelakaan dan Tuduhan Penadah

“Kami memandang bahwa menjaga persatuan, keharmonisan, dan stabilitas sosial merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan dan keharmonisan di Desa Kawasi,” kata Dalfa.

Dalam pernyataannya, aliansi menyampaikan empat poin sikap.

Pertama, menolak segala bentuk advokasi atau pendampingan yang dinilai dapat memicu konflik antarwarga, termasuk tindakan yang mengarah pada provokasi maupun memperkeruh situasi di Desa Kawasi.

Baca Juga :  Perumdam Muara Tirta Respons Edaran Wali Kota, Imbau Pelaku Usaha Beralih ke Air Layanan

Kedua, mendesak Pemerintah Desa Kawasi untuk mendukung berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, serta mendukung setiap upaya yang berorientasi pada kepentingan warga desa.

Ketiga, mengajak masyarakat menghindari bentuk pendampingan yang berpotensi memperuncing persoalan di tengah warga, sekaligus bersama-sama menjaga suasana yang harmonis demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Transaksi Lahan Diklaim Sah, Ahli Waris Ungkap Masalah Transparansi

Keempat, mengajak seluruh pihak menghormati nilai-nilai sosial, ekonomi, dan budaya yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Desa Kawasi.

Dalfa menegaskan, pernyataan sikap tersebut merupakan komitmen bersama warga untuk menjaga persatuan, menciptakan situasi yang aman dan kondusif, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.

Lulusan Ilmu Komunikasi konsentrasi jurnalistik ini meniti karier dari dunia penyiaran radio. Ia juga sempat berkarir di media cetak majalah dan surat kabar dengan pengalaman di berbagai media lokal hingga nasional. Perjalanan yang dimulainya sejak tahun 2012 ini membentuknya sebagai jurnalis yang, adaptif, dan berorientasi pada kekuatan narasi.