Optimisasi Pengawasan Logistik Pemilu 2024, Sorotan Kritis Lismawy Ibrahim dari Bawaslu Gorontalo

sambutan Lismawi di kegiatan bimbingan teknis penanganan pelanggaran logistik yang diadakan oleh Bawaslu Kabupaten Gorontalo

KOMPARASI.ID –  Lismawy Ibrahim, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Gorontalo, menyoroti isu krusial terkait pengadaan logistik dalam pemilihan umum serentak tahun 2024.

Dalam sambutannya di kegiatan bimbingan teknis penanganan pelanggaran logistik yang diadakan oleh Bawaslu Kabupaten Gorontalo di Hotel Grand Q, Jumat (10/11/2023), Lismawy menekankan pentingnya fokus pengawasan yang harus dikedepankan oleh para pengawas pemilu.

Baca Juga :  Anies Baswedan Orasi Inspiratif, Komitmen Perubahan di Gorontalo

Lismawy memandang pentingnya fokus pengawasan pada lima aspek utama terkait pengadaan logistik pemilu. Dalam uraiannya, Lismawy menyampaikan bahwa poin-poin kunci ini menjadi landasan untuk memastikan kelancaran proses pemungutan suara dan keabsahan hasilnya.

Kata Lismawi, keakuratan jumlah menjadi kunci, dengan pengetahuan yang akurat tentang jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di wilayah masing-masing, agar kebutuhan pengadaan logistik dapat disesuaikan dengan kebutuhan sebenarnya.

Baca Juga :  Nelson Pomalingo-Kris Wartabone, Visi Gorontalo Emas, Mengusung Spirit Sejarah dan Kemajuan

keakuratan jenis logistik, termasuk bentuk, ukuran, dan spesifikasi. Ketiga, keakuratan kualitas logistik. Keempat, keakuratan waktu, dan yang terakhir, keakuratan tujuan,

Lismawy juga menekankan pentingnya kecermatan dalam pengawasan distribusi logistik. Dia menyoroti bahwa segala bentuk kelalaian, seperti kotak suara yang tidak terkunci, harus dihindari.

Baca Juga :  Gusnar-Ida Optimis Menang 70% Berkat Dukungan Tokoh dan Parpol Besar

Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan bahwa semua proses distribusi dilakukan dengan cermat.

“Sebagai pengawas, memiliki data yang akurat sangat penting. Data ini akan dibandingkan dengan kondisi riil, dan peningkatan pemahaman terkait peraturan yang berlaku menjadi langkah krusial untuk membandingkan data dengan kondisi sebenarnya,” tutup Lismawy.

Redaktur Komparasi.id