Save 20% off! Join our newsletter and get 20% off right away!

Paparan Visi-Misi Ganjar di Debat Pertama Capres 2024

Paparan Visi dan Misi Ganjar Pranowo pada Debat Pertama Capres 2024 (sumber foto : Rakyat Merdeka)

KOMPARASI.ID – Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo berjanji untuk memberantas korupsi tanpa berkompromi, seperti yang diungkapkannya dalam debat pertama Pilpres 2024 di Kantor KPU, Jakarta, pada Selasa (12/12).

Dalam pidatonya, Ganjar juga memperkenalkan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya. Ia menilai Mahfud telah berhasil mengatasi permasalahan korupsi selama berada di pemerintahan.

Berikut adalah pernyataan lengkap Ganjar dalam debat perdana Pilpres 2024:

Saya dan Pak Mahfud telah memulai perjalanan kami sejak pembukaan kampanye dari ujung timur Indonesia hingga Barat, dari Sabang hingga Merauke. Kami hanya ingin mendengarkan dan melihat langsung apa yang disampaikan dan dirasakan oleh rakyat.

Hal ini sangat penting agar harapan-harapan tersebut dapat menjadi fokus pemimpin, baik dalam pemikiran, perkataan, maupun perbuatan. Ini adalah aspek yang sangat krusial.

Selama perjalanan kami, di Merauke, kami bertemu dengan seorang pendeta bernama Pak Leo. Beliau harus membantu seorang ibu yang ingin melahirkan karena tidak tersedianya fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Ryan Kono-Budi Doku Deklarasi Maju Pilwakot Gorontalo 2024, Didukung Golkar, NasDem, Demokrat

Beliau belajar dari Youtube mengenai hak kesehatan yang seharusnya dapat diakses dengan mudah. Oleh karena itu, kami berjanji kepada Pendeta Leo bahwa kami akan membangun fasilitas tersebut dan akan menggerakkan seluruh Indonesia untuk mendukung program satu desa, satu puskesmas atau posko dengan satu tenaga kesehatan yang bertanggung jawab.

Pak Mahfud juga menyampaikan pesan kepada para guru di Aceh dan Sabang, yang menjadi fokus kami. Kami ingin membangun Indonesia yang unggul dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Namun, apakah kita sudah cukup memberikan perhatian kepada mereka? Kemajuan yang telah dicapai harus dipercepat, dan kami akan memberikan perhatian ekstra kepada nasib para guru, termasuk guru agama.

Kami akan memberikan insentif kepada mereka agar dapat mengajarkan budi pekerti yang luhur dengan pendekatan moderasi agama.

Baca Juga :  Calon Gubernur Hamzah Isa Tak Bisa Mencoblos, Soroti Polemik Aturan Pilkada

Namun, cerita ini belum selesai. Ketika kami berada di NTT, kami bertemu dengan masyarakat setempat. Seorang anak muda bertanya, “Pak Ganjar, mengapa kami, anak muda, kesulitan mendapatkan akses pekerjaan, padahal itu adalah hak kami? Mengapa kami menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses internet, padahal kami butuh untuk belajar, tidak seperti di Jawa?” Pertanyaan ini menjadi catatan penting bagi kami, dan kami berkomitmen untuk menyediakan internet gratis bagi para siswa agar mereka dapat memiliki kesempatan yang setara dengan yang ada di Jawa.

Perjalanan kami melibatkan berbagai kelompok, termasuk teman-teman penyandang penyakit dan disabilitas di NTT. Saya merasa sangat bahagia dapat bertemu dengan mereka yang gigih berjuang untuk mencapai kesetaraan.

Pemerintah harus memberikan perhatian khusus kepada mereka untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan kesetaraan yang pantas.

Namun, demokratisasi juga harus dijaga dengan baik. Kisah Ibu Sinta, yang harus berhadapan dengan aparat keamanan saat menyampaikan pendapatnya, dan Melki, Ketua BEM yang ibunya harus diperiksa, menunjukkan bahwa hal ini harus segera diakhiri.

Baca Juga :  Nelson Pomalingo-Kris Wartabone, Visi Gorontalo Emas, Mengusung Spirit Sejarah dan Kemajuan

Mereka harus dapat menikmati kebaikan-kebaikan demokrasi tanpa harus khawatir dengan tindakan pemerintah.

Ketika kami berada di Kalimantan, kami bertemu dengan masyarakat Dayak, yang merupakan bagian penting dari keragaman budaya di Indonesia.

Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa mereka juga mendapatkan akses yang sama. Semua ini dapat terwujud jika pemerintahan bersih. Pemerintah harus bersikap akomodatif, dan kami akan menangani masalah korupsi dengan serius, bukan hanya dengan kata-kata.

Pak Mahfud adalah mitra saya yang telah berhasil mengeksekusi tugasnya dengan baik sebagai Menko. Kami akan melanjutkan upaya tersebut. Dukungan rakyat sangat kami harapkan untuk mewujudkan program-program ini. Kami memohon agar rakyat memberikan mandat kepada kami untuk menjalankannya.