Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Gorontalo Gelar Pameran Inovatif “Evo Learn Fair”

Keterangan Foto : Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Gorontalo menggelar pameran inovatif “Evo Learn Fair. (Randa/Komparasi.id)
Keterangan Foto : Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Gorontalo menggelar pameran inovatif “Evo Learn Fair. (Randa/Komparasi.id)

KOMPARASI.ID Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo sukses menggelar pameran inovatif bertajuk “Evo Learn Fair Biologi Klasik dan Digital” pada Jumat (20/12/2024).

Bertempat di Lobby Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), acara ini menampilkan berbagai karya kreatif hasil proyek mata kuliah Produksi Media Pembelajaran.

Pameran ini mengusung pendekatan yang menggabungkan metode pembelajaran konvensional dengan teknologi digital, menciptakan media pembelajaran biologi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Tedy Machmud, M.Pd. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa atas kreativitas yang ditampilkan.

Baca Juga :  Semarak Lomba Mewarnai, Berkreasi Bersama Suzuki Nengga Pratama Internusa, Berhadiah Jutaan Rupiah

“Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi melalui karya yang tidak hanya kreatif tetapi juga bermanfaat bagi pendidikan,” ujar Tedy.

Keterangan Foto : pameran inovatif bertajuk “Evo Learn Fair, Biologi Klasik dan Digital”. (Randa/Komparasi.id)
Keterangan Foto : pameran inovatif bertajuk “Evo Learn Fair, Biologi Klasik dan Digital”. (Randa/Komparasi.id)

Salah satu dosen pengampu mata kuliah Produksi Media Pembelajaran, Muh. Nur Akbar, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, pameran ini merupakan implementasi dari pendekatan pembelajaran berbasis proyek.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya diajak untuk berpikir kreatif, tetapi juga berkolaborasi dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif.

“Yang menarik dari pameran ini adalah kolaborasi antara produk konvensional yang dimodifikasi menjadi digital dengan produk digital sepenuhnya. Hal ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung pendidikan biologi,” kata Nur Akbar.

Baca Juga :  Rekrutmen Terbuka AJI Indonesia, Pelatihan Jurnalisme Data tentang Isu Kesehatan

Pameran “Evo Learn Fair” menghadirkan berbagai media pembelajaran, mulai dari model visual 3D, aplikasi interaktif, hingga video pembelajaran berbasis augmented reality (AR).

Beberapa karya bahkan mengangkat topik biologi klasik seperti anatomi tumbuhan dan ekosistem, yang dikemas dalam format digital modern.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa, tetapi juga bertujuan untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam pendidikan biologi.

Baca Juga :  Siswa SMPN 9 Gorontalo Tembus OPSI Nasional, Bukti Pendidikan Kota Kian Progresif

Dengan media pembelajaran yang adaptif dan inovatif, mahasiswa diharapkan dapat menciptakan solusi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menurut Tedy Machmud, Wakil Dekan Bidang Akademik, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa di era digital.

“Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan untuk menciptakan bahan ajar yang relevan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen, “Evo Learn Fair” sukses menjadi wadah untuk mengapresiasi karya mahasiswa sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran kepada masyarakat luas.

Redaktur Komparasi.id