Save 20% off! Join our newsletter and get 20% off right away!

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Nilai BUMD dalam Kondisi ‘Mati Suri’

KOMPARASI.ID Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menyatakan keprihatinannya atas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dirinya menilai BUMD stagnan dan tidak memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam pernyataannya pada Senin (5/5/2025), Mikson secara blak-blakan menyebut kondisi BUMD saat ini sebagai “mati suri”.

“Seperti kita ketahui, BUMD saat ini mati surimau mati pun tidak, mau hidup pun tidak,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Tinjau UMKM “Encis Bisa” yang Naik Kelas

Menurutnya, ketidakefisienan BUMD tidak hanya berdampak pada rendahnya kontribusi terhadap PAD, namun juga menjadi beban fiskal bagi pemerintah daerah.

Ia menyoroti permasalahan utama pada aspek manajemen dan rekrutmen sumber daya manusia, yang menurutnya kerap didasarkan pada pertimbangan politik ketimbang profesionalisme.

Baca Juga :  Ketika Tambang Bicara Etika dan Pembangunan: Studi Tiru DPRD Provinsi Gorontalo ke PT Farhan Batu Palu

“Pemerintah harus menyediakan SDM yang benar-benar profesional. Jangan ada titipan partai politik yang ditempatkan di situ,” tegas Mikson.

Sebagai bagian dari solusi, Mikson mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Gorontalo menjalin komunikasi langsung dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna meminjam tenaga profesional berpengalaman dalam mengelola BUMD secara efektif.

Ia menilai pendekatan lintas daerah semacam ini layak ditempuh demi membenahi kondisi yang ada.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Apresiasi Program Cetak Sawah 5.600 Hektare, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani

Komisi II, lanjut Mikson, akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap operasional BUMD di Gorontalo.

Ia menegaskan pentingnya evaluasi berkala agar entitas tersebut tidak sekadar menyedot anggaran, tetapi juga mampu menghasilkan pemasukan bagi daerah.

“Jangan sampai BUMD justru membebani. Seharusnya mereka menjadi sumber PAD,” pungkasnya.