Andhika Inggolalo, Pelajar Kotamobagu yang Rebut Podium 1 UNG Half Marathon 5000M

KOMPARASI.ID Di antara sorak sorai penonton dan deru langkah kaki para peserta, seorang remaja 17 tahun dari Kotamobagu mencuri perhatian dalam ajang UNG Half Marathon 2025 yang digelar di Universitas Negeri Gorontalo, Minggu (04/05).

Namanya Andhika Saputra Inggolalo, dan ia berdiri gagah di podium tertinggi kategori 5000 meter pelajar putra.

Meski harus menempuh perjalanan lintas provinsi dari Sulawesi Utara ke Gorontalo, Andhika datang dengan semangat yang tak main-main.

Ia membawa misi bukan sekadar berlari, tapi juga mencatatkan namanya sebagai pelari muda potensial Indonesia.

Baca Juga :  Jeffry Rumampuk Resmi Maju Calon Ketua KONI Kabgor, Diiringi Penggerak Cabor dan Ketua PJS Gorontalo 

“Saya ingin merasakan bagaimana atmosfer lomba di luar daerah. Ternyata, pengalamannya sangat seru dan berkesan,” ungkap Andhika saat diwawancarai Komparasi.id, Senin (05/05).

Pelajar SMK Negeri 2 Kotamobagu ini memang bukan nama baru di dunia atletik.

Sebelum menaklukkan UNG Half Marathon, ia pernah menorehkan prestasi di ajang Kejuaraan Daerah Atletik (podium 3 kategori 3000M putra) dan Gorontalo Half Marathon (podium 2 kategori 10.000M putra).

Baca Juga :  BRI Liga 1: Madura United vs Persib, Duel Panas Papan Atas

Kini, raihan podium 1 menambah daftar panjang pencapaiannya.

Namun di balik deretan medali itu, tersimpan latihan keras dan gaya hidup disiplin.

“Bukan cuma fisik yang harus siap. Pola tidur, makan, semua saya jaga agar tubuh benar-benar prima saat lomba,” jelasnya.

Andhika juga aktif di komunitas lari seperti Kokot Runners dan Molinow Runners. Baginya, komunitas adalah ruang bertumbuh, berbagi semangat, strategi, dan menjaga konsistensi.

Yang tak kalah penting adalah dukungan dari rumah. “Keluarga selalu ada, mereka bantu semua persiapan, dari mental sampai logistik,” katanya.

Baca Juga :  Biliar Bukan Sekadar Hiburan, Lahirkan Atlet prestasi dari Gorontalo ke PON

Tak puas sampai di sini, Andhika menyimpan mimpi besar menjadi pelari profesional yang kelak tampil di ajang internasional seperti Olimpiade dan Boston Marathon.

Ia percaya bahwa marathon bukan sekadar ajang lari, tapi media untuk menempa diri, memperluas pergaulan, dan membangun mental juara.

“Saya akan lebih sering ikut lomba. Kegiatannya seru, penuh semangat, dan memberi pengalaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya,” tutupnya.

Redaktur Komparasi.id