KOMPARASI.ID – Kehadiran Gubernur Maluku Utara dalam rangkaian Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat.
Ribuan warga memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari, bahkan rela berhimpitan dan berdesakan demi bisa melihat langsung serta menyapa orang nomor satu di Provinsi Maluku Utara tersebut.
Lautan manusia terlihat memenuhi jalur menuju lokasi acara. Dari berbagai sudut, masyarakat berusaha mendekat untuk mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.
Tidak sedikit yang harus berdiri berjam-jam di tengah padatnya kerumunan hanya untuk mendapatkan kesempatan berjabat tangan atau berfoto bersama.
Suasana semakin meriah saat Gubernur Maluku Utara menyapa masyarakat yang telah menunggu. Kehadirannya langsung disambut sorak-sorai dan lambaian tangan dari warga yang memadati area kegiatan.
Antusiasme tersebut tidak hanya datang dari kalangan petani dan nelayan peserta PENAS, tetapi juga dari generasi muda hingga ibu rumah tangga yang penasaran ingin melihat langsung sosok gubernur yang selama ini mereka kenal melalui pemberitaan maupun media sosial.
Salah satunya Nuraini Yusuf (24), warga Kota Gorontalo, yang mengaku sengaja datang lebih awal agar dapat melihat langsung Gubernur Maluku Utara.
“Saya datang sejak pagi karena ingin melihat langsung beliau. Biasanya hanya lihat di media sosial atau berita. Ternyata yang datang sangat banyak sampai harus berdesakan, tapi saya senang karena akhirnya bisa melihat langsung,” ujarnya.
Menurut Nuraini, kehadiran kepala daerah dari berbagai provinsi dalam ajang nasional seperti PENAS menjadi pengalaman yang berkesan bagi generasi muda.
“Jarang ada kesempatan seperti ini. Bagi kami anak muda, bisa bertemu langsung dengan pemimpin daerah dari luar Gorontalo tentu menjadi pengalaman yang berkesan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Rahmawati (42), seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Gorontalo. Ia mengaku harus berjuang menembus kerumunan yang memadati lokasi kegiatan.
“Saya sampai harus pelan-pelan masuk karena orang sudah sangat padat. Semua ingin melihat dan menyapa langsung. Walaupun berdesakan, suasananya tetap meriah dan tertib,” ungkap Rahmawati.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa PENAS tidak hanya menjadi ajang bagi petani dan nelayan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan para pemimpin daerah dari berbagai penjuru Indonesia.
“Ini menunjukkan masyarakat Gorontalo sangat ramah dan antusias. Banyak yang datang bukan hanya untuk mengikuti kegiatan PENAS, tetapi juga ingin bertemu langsung dengan para pemimpin yang hadir,” tambahnya.
Padatnya kerumunan sempat membuat pergerakan pengunjung di sejumlah titik berjalan lebih lambat.
Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung tertib dengan dukungan panitia dan aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
Sebagai agenda nasional, PENAS Petani Nelayan XVII mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia untuk berbagi inovasi, pengalaman, dan teknologi di sektor pertanian dan perikanan.
Di tengah berbagai agenda yang berlangsung, membludaknya warga yang ingin bertemu Gubernur Maluku Utara menjadi salah satu pemandangan yang paling mencuri perhatian.
Bagi banyak masyarakat, momen tersebut menjadi kesempatan langka untuk bertatap muka langsung dengan seorang kepala daerah yang datang dari provinsi tetangga di kawasan timur Indonesia.









Leave a Reply