DWP Imigrasi Gorontalo Dorong Pemberdayaan Warga Pesisir Bone Bolango

KOMPARASI.ID – Bakti sosial Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo bersama Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, tidak hanya diisi dengan penyaluran bantuan kebutuhan pokok.

Kegiatan di desa binaan imigrasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya para ibu yang tinggal di wilayah yang mayoritas warganya bekerja sebagai nelayan.

Kegiatan bertema “Dharma Wanita Persatuan Hadir Untuk Sesama” itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang dinilai dapat dirasakan langsung masyarakat.

Ketua DWP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, Natalie Josua, mengatakan pendekatan kepada masyarakat pesisir diperlukan untuk memahami secara langsung kondisi kehidupan warga.

“Kami ingin lebih pendekatan kepada ibu-ibu yang berada di wilayah pesisir. Kami juga ingin mengetahui seperti apa kehidupan ibu-ibu di wilayah pesisir,” ujar Natalie Josua.

Baca Juga :  Rayakan 2 Tahun Pengabdian, PPPK Bawaslu Gorontalo Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Al Kautsar

Selain bantuan kebutuhan pokok, DWP dan PIMPASA memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mengoptimalkan hasil laut.

Edukasi tersebut dinilai penting karena masyarakat pesisir menghadapi kondisi cuaca tertentu yang dapat membahayakan nelayan ketika tetap memaksakan diri untuk melaut.

Melalui peningkatan kemampuan dalam mengolah dan memasarkan hasil laut, masyarakat diharapkan memiliki alternatif untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan, terutama ketika aktivitas melaut terkendala kondisi cuaca.

Desa Botubarani merupakan wilayah pesisir di Bone Bolango dengan sebagian masyarakat menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan dan kelautan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan desa tersebut mendapat perhatian dalam program pembinaan keimigrasian.

Baca Juga :  Sanksi ASN Gorontalo Utara Jangan Hanya Jadi Upaya Meredam Tekanan Publik

Tak hanya soal administrasi keimigrasian

Kehadiran DWP dan PIMPASA di Desa Botubarani juga memperkuat konsep desa binaan imigrasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek administratif.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo berupaya menjadikan desa binaan sebagai ruang pembinaan masyarakat secara berkelanjutan.

Pembinaan tersebut mencakup literasi hukum keimigrasian, pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga pemberdayaan ekonomi dan sosial.

Dalam skema tersebut, PIMPASA memiliki posisi strategis karena berada di tingkat desa dan menjadi penghubung komunikasi antara jajaran imigrasi dengan masyarakat.

Peran tersebut memungkinkan aspirasi maupun kebutuhan warga dihimpun secara lebih dekat sehingga program pembinaan dapat diarahkan sesuai kondisi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Bapera Kota Gorontalo Gelar Aksi Berbagi Takjil di Bundaran Saronde

Program ini sekaligus menjadi bagian dari semangat “Imigrasi Untuk Rakyat” yang terus didorong jajaran imigrasi.

Pelayanan publik tidak hanya dipahami sebagai pengurusan dokumen dan pengawasan keimigrasian, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Kolaborasi DWP dan PIMPASA di Desa Botubarani diharapkan dapat menjadi model penguatan desa binaan imigrasi, terutama dalam menggabungkan bantuan sosial dengan edukasi dan pemberdayaan ekonomi.

Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo berkomitmen melanjutkan pembinaan di desa binaan agar keberadaan program tersebut memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Bone Bolango.


**Cek berita dan artikel terbaru Komparasi.id dengan mengikuti WhatsApp Channel

Redaktur Komparasi.id