Memperkokoh Demokrasi, Panggilan Tegas Bupati Merlan untuk Menolak Golput

Bupati Bonebolango Merlan S. Uloli

KOMPARASI.ID – Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli, dengan tegas mengajak seluruh warga di wilayahnya untuk tidak menyia-nyiakan hak demokrasi mereka dengan Golput dalam Pemilihan Umum Serentak yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang.

Imbauan ini disampaikan secara lugas oleh Bupati Merlan S. Uloli saat memberikan arahan kepada aparat desa dan kecamatan di Kecamatan Bulawa dan Bone pada Jumat, 9 Februari 2024.

Dalam arahannya, Bupati Merlan menekankan kepada para Kepala Desa untuk memastikan bahwa setiap warga dapat melaksanakan kewajibannya untuk menggunakan hak pilihnya tanpa absen, dan mengecam praktek Golput dalam pelaksanaan pesta demokrasi nanti.

Baca Juga :  Bupati Merlan Uloli Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi

Ketika tanggal 14 Februari tiba, masyarakat akan menghadapi momen bersejarah, yaitu hari pencoblosan yang menandai partisipasi seluruh masyarakat Indonesia dalam proses demokrasi.

Para Kepala Desa memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap warga mampu melaksanakan hak pilihnya,

“kita harus bersatu untuk menolak segala bentuk Golput. Suara setiap individu memiliki bobot penting yang memengaruhi arah masa depan daerah ini,” tegas Merlan.

Baca Juga :  Pemda Bonebolango Menyusun Kembali Upaya Perlindungan Bagi Pekerja Rentan Desa dalam BPJamsostek

Lebih lanjut, Bupati Merlan mengharapkan agar warga Bone Bolango menjadi pemilih yang cerdas, mampu menyaring informasi dengan bijak, dan memberikan suara mereka kepada calon-calon perwakilan yang layak mewakili mereka di Dewan Perwakilan Rakyat, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, maupun di tingkat nasional, termasuk Presiden dan Wakil Presiden.

Baca Juga :  Bupati Bone Bolango Tinjau Langsung Jembatan Monano yang Amblas Akibat Banjir

“Kita tidak boleh terperangkap oleh praktik money politik yang merugikan. Saya tegaskan, sanksi bagi siapa pun yang terlibat dalam praktik ini akan sangat berat, baik bagi yang memberi maupun yang menerima.”tegasnya

Bupati perempuan pertama di Gorontalo itu juga berharap agar masyarakat menjaga integritas suara dengan tidak menjualnya demi kepentingan sesaat.

“Suara kita adalah aset berharga yang menentukan masa depan kita selama lima tahun ke depan,” tandasnya