Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dukung Pendirian Bank Daerah, Kritik Ketimpangan di Bank SulutGo

Keterangan : Limonu Hippy Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo
Keterangan : Limonu Hippy Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo

KOMPARASI.ID Rencana sejumlah kepala daerah di Provinsi Gorontalo untuk menarik penyertaan modal dari Bank SulutGo dan membentuk bank daerah sendiri, mendapat dukungan dari anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo.

Limonu Hippy menyebut langkah itu sebagai bentuk perlawanan atas ketimpangan struktural yang dialami pemegang saham asal Gorontalo.

Limonu yang juga merupakan nasabah Bank SulutGo menilai, dominasi pemilik saham dari Gorontalo terdiri atas enam kabupaten/kota serta Pemerintah Provinsi, tidak diimbangi dengan representasi dalam jajaran direksi maupun komisaris.

Baca Juga :  Reses Dapil III, DPRD Provinsi  Gorontalo Bahas PENAS dan 33 Jembatan Rusak Parah di Kabupaten Gorontalo

Menurutnya, hal ini mencerminkan ketidakadilan dalam struktur tata kelola perusahaan.

“Sangat keterlaluan kalau tidak ada satu pun perwakilan dari Gorontalo yang duduk di kursi direksi maupun komisaris. Padahal kita tahu, pemegang saham mayoritas berasal dari Gorontalo,” ujarnya kepada awak media, Rabu (9/4/2025).

Politikus dari Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan ini mendukung penuh langkah Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dan para bupati untuk menarik saham dari Bank SulutGo.

Baca Juga :  Aktivitas Tambang di Pilomonu Disorot Pansus DPRD, Ini yang Dibahas

Ia bahkan menyebut pendirian Bank Gorontalo sebagai bentuk kedaulatan ekonomi daerah.

“Saya mendukung penuh rencana mencabut saham dan membentuk Bank Gorontalo. Siapa pun perwakilannya, asal dari Gorontalo dan kompeten di bidangnya, harus diberikan ruang dalam struktur manajemen,” tambahnya.

Menurut Limonu, absennya tokoh Gorontalo dalam struktur Bank SulutGo saat ini adalah bentuk pelecehan terhadap kontribusi dan kepercayaan yang telah diberikan oleh pemegang saham dari Gorontalo.

Baca Juga :  Data Statistik LKPJ Gubernur Dipertanyakan, DPRD Provinsi Gorontalo Soroti Validitas Informasi Kominfo

Ia menegaskan bahwa sudah saatnya daerah ini memiliki lembaga keuangan yang benar-benar mewakili kepentingan masyarakat dan pemda setempat.

“Ini bukan sekadar soal kursi, tapi soal martabat. Seolah-olah tidak ada putra daerah yang mampu mengisi posisi penting itu. Ini bentuk pengingkaran terhadap kontribusi Gorontalo,” pungkasnya.

Redaktur Komparasi.id