Menelusuri Asal Usul dan Filosofi Barongsai, Simbol Kebahagiaan dan Tradisi Tionghoa

sumber foto : freepik.com author outkastdesign 2

KOMPARASI.ID – Pasti Anda sudah tidak asing dengan Barongsai, pertunjukan yang biasa kita saksikan dalam perayaan Imlek. Ternyata, Barongsai memiliki sejarah dan filosofi yang menarik. Mari kita lihat penjelasannya di sini!

Barongsai adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Tiongkok. Biasanya ditampilkan dalam berbagai acara, termasuk festival dan perayaan Tionghoa seperti Imlek (Tahun Baru Tionghoa) dan Cap Go Meh. Meskipun disebut sebagai singa, bentuk dan gerakan dalam Barongsai sebenarnya lebih mirip naga.

Pertunjukan Barongsai melibatkan dua atau lebih penari yang memainkan peran singa atau naga dengan menggunakan kostum yang menutupi seluruh tubuh mereka.

Kostum ini biasanya terbuat dari kain atau kertas, dan sering dihiasi dengan warna-warna cerah, hiasan, serta ornamen tradisional Tionghoa.

Para penari Barongsai bekerja sama untuk menghidupkan karakter singa atau naga dengan gerakan yang lincah dan akrobatik.

Pertunjukan ini sering diiringi dengan musik dan suara petasan untuk menambah semangat dan kegembiraan.

Barongsai juga sering kali dianggap membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat menurut kepercayaan Tionghoa.

sumber foto : freepik.com author blackhandsg

Apa Arti Barongsai?
Kata “Barongsai” sendiri merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Tionghoa, yaitu “barong” dan “sai”. melansir dari blibli.com Berikut adalah penjelasan arti dari kedua kata tersebut:

Baca Juga :  Sejarah Kepemimpinan Perempuan di Gorontalo

Dalam bahasa Tionghoa, “barong” berarti singa. Namun, dalam konteks Barongsai, bentuk dan gerakannya lebih mirip naga daripada singa. Kostum Barongsai sering kali dihias dengan rambut panjang, warna cerah, dan ornamen yang menciptakan tampilan yang mencolok dan memikat.

Kata “sai” berarti tarian atau menari. Jadi, “Barongsai” secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “tarian singa” atau “tarian naga” dalam konteks pertunjukan ini.

Dengan demikian, Barongsai adalah tarian tradisional yang menggambarkan gerakan dan karakteristik singa atau naga, dan biasanya dipertunjukkan dalam acara-acara perayaan dan festival tertentu, terutama dalam budaya Tionghoa.

sumber foto : freepik.com author iconade3

Filosofi Barongsai
Berikut adalah beberapa aspek filosofi Barongsai yang dapat dijelaskan secara lebih rinci:

1. Keberuntungan dan Kebahagiaan
Barongsai sering kali dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan dalam budaya Tionghoa. Penari Barongsai sering menyampaikan pesan positif dengan gerakan yang energetik dan lincah, menciptakan atmosfer yang penuh semangat dan optimisme. Pertunjukan ini diharapkan dapat membawa keberuntungan dan kegembiraan bagi penonton dan komunitas.

Baca Juga :  Adam Malik, Antara Triumvirat Kekuasaan dan Bayangan CIA dalam Sejarah Indonesia

2. Pengusir Roh Jahat
Dalam tradisi Tionghoa, Barongsai juga dianggap memiliki kekuatan untuk mengusir roh jahat. Serangkaian gerakan akrobatik dan suara petasan yang melekat pada pertunjukan ini diyakini mampu membersihkan lingkungan dari energi negatif dan menjaga keseimbangan spiritual.

3. Keseimbangan dan Harmoni
Barongsai sering kali melibatkan kerja tim antara beberapa penari yang memerankan bagian-bagian tertentu dari tubuh singa atau naga. Ini mencerminkan nilai-nilai keseimbangan dan harmoni dalam budaya Tionghoa. Kolaborasi dan sinkronisasi antar penari adalah kunci kesuksesan pertunjukan, menunjukkan pentingnya kerjasama dalam mencapai tujuan bersama.

4. Budaya dan Identitas Tionghoa
Barongsai menjadi salah satu lambang identitas Tionghoa dan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pertunjukan ini menjadi cara untuk mempertahankan dan merayakan tradisi Tionghoa, mengingatkan masyarakat akan akar budaya mereka dan mempromosikan pemahaman antarbudaya.

sumber foto : freepik.com author outkastdesign

Asal Usul Barongsai
Asal usul Barongsai dapat ditelusuri kembali ke Tiongkok, di mana tarian ini memiliki akar dalam tradisi dan budaya Tionghoa. Meskipun sejarah pasti Barongsai tidak selalu jelas karena kurangnya catatan tertulis yang mendetail, terdapat beberapa legenda dan kisah yang memberikan wawasan tentang asal usul dan perkembangan Barongsai.

Baca Juga :  Jejak Pohuwato Dari Perjalanan Mbu’i Owutango hingga Daerah Otonom

Legenda Nian
Salah satu legenda yang sering dikaitkan dengan asal usul Barongsai adalah legenda Nian. Menurut cerita, sebuah monster buas bernama Nian suka menyerang desa-desa dan memangsa penduduk setiap kali malam tahun baru tiba.

Warga desa kemudian menemukan bahwa Nian takut pada warna merah, suara keras, dan gerakan lincah. Oleh karena itu, mereka mulai menggunakan persembahan warna merah, petasan, dan tarian yang menggambarkan gerakan lincah seperti yang kita kenal sekarang sebagai Barongsai untuk mengusir Nian dan melindungi masyarakat.

Era Dinasti Tang dan Song
Catatan sejarah menunjukkan bahwa pertunjukan singa dan naga sudah ada pada zaman Dinasti Tang (618-907 M) dan Dinasti Song (960-1279 M) di Tiongkok. Pertunjukan ini diadakan dalam berbagai acara keagamaan dan perayaan tradisional. Dalam catatan sejarah, ada penyebutan tentang penggunaan singa dan naga dalam upacara kekaisaran dan acara keagamaan.