Ismet Mile Sang Visioner di Balik Pemekaran Desa dan Kecamatan di Bone Bolango

KOMPARASI.ID – Ismet Mile, lebih dari sekadar mantan Bupati Bone Bolango periode 2005 – 2010, ia adalah tokoh visioner yang berjasa besar dalam pemekaran desa dan kecamatan di Kabupaten Bone Bolango.

Pada pertengahan tahun 2003, Kabupaten Bone Bolango baru berdiri dengan hanya terdiri dari 4 kecamatan diantaranya, Tapa, Kabila, Suwawa, dan Bone Pantai, serta 63 desa/kelurahan definitif.

Ismet Mile, yang saat itu ditunjuk oleh Mendagri sebagai Penjabat Bupati, melihat kebutuhan mendesak untuk mempercepat pelayanan publik dan pembangunan.

Langkah strategis yang diambilnya adalah melakukan pemekaran desa dan kecamatan, dengan tujuan memperpendek rentang kendali pemerintahan dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Potensi jadi Cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Simak Harta Kekayaannya

Dengan visi menjadikan Bone Bolango bukan lagi kota ujung, Ismet Mile melakukan pemekaran desa dan kecamatan meskipun menghadapi berbagai tantangan dan penolakan.

Berkat kemampuan argumentasinya yang brilian, Ismet berhasil meyakinkan para tokoh sentral di 4 kecamatan induk saat itu.

Akhirnya, rencana pemekaran tersebut terealisasi, mengubah jumlah desa/kelurahan menjadi 165 yang tersebar di 18 kecamatan, dari sebelumnya hanya 63 desa/kelurahan di 4 kecamatan.

Keberhasilan Ismet Mile dalam pemekaran ini tidak hanya memberikan manfaat besar bagi masyarakat Bone Bolango, tetapi juga membuka banyak lapangan kerja baru bagi para lulusan SMA dan Sarjana yang masih menganggur.

Baca Juga :  Partai Bulan Bintang Gorontalo Resmi Deklarasi Prabowo-Gibran

Banyak dari mereka kini bekerja sebagai aparat desa, pegawai honorer, hingga ASN di lingkungan pemerintahan desa/kelurahan dan kecamatan.

Tidak heran jika masyarakat Bone Bolango menjuluki Ismet Mile sebagai Tokoh Pemekaran.

Penghargaan tinggi layak diberikan kepada Ismet Mile, seorang pemimpin yang telah membawa perubahan mendasar dan berkelanjutan bagi daerah dan rakyat Bone Bolango, yang manfaatnya masih terasa hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *