Isu Peningkatan SDM Mengemuka dalam Debat Cabup-cawabup Kabupaten Gorontalo

KOMPARASI.ID Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo telah melangsungkan debat perdana calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo untuk tahun 2024. (30/10/2024).

Debat kali ini menarik perhatian karena mengangkat isu penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Subtema ini menjadi fokus adu gagasan antar pasangan calon, dengan penekanan pada upaya meningkatkan kualitas SDM untuk mendukung kebutuhan industri dan memperbaiki kondisi pendidikan di Gorontalo.

Salah satu persoalan utama yang diangkat adalah rendahnya partisipasi pendidikan tinggi di Kabupaten Gorontalo, sebagaimana diuraikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

Sebagian besar lapangan pekerjaan mensyaratkan ijazah sarjana, namun tingkat pendidikan sebagian besar tenaga kerja masih berada di tingkat SMA atau sederajat.

Tantangan ini menjadi agenda penting bagi para calon pemimpin untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan di kabupaten ini.

Calon Bupati nomor urut 2, Sofyan Puhi, menegaskan pentingnya perbaikan kualitas SDM.

Baca Juga :  KPU Bonebolango Salurkan Sembako untuk Korban Longsor di Suwawa Timur

“Rata-rata lama sekolah di Gorontalo hanya 8 tahun, yang menunjukkan bahwa pendidikan formal masyarakat sebagian besar berhenti di tingkat SMP. Tingkat partisipasi perguruan tinggi pun sangat rendah,” ungkap Sofyan.

Sofyan memaparkan tiga langkah konkret, yaitu mendirikan sekolah bertaraf internasional mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi.

“Kami akan memulai dengan TK internasional yang telah didirikan oleh Bapak Rachmat Gobel di Dutulanaa. Dengan SDM yang baik, masyarakat kita dapat lebih kompetitif dalam dunia kerja,” tambahnya.

Pasangan calon nomor urut 3, Roni-Adnan, berfokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 70,5.

Mereka menilai bahwa pendidikan menjadi titik lemah dalam IPM Kabupaten Gorontalo, di mana tingkat APM di perguruan tinggi masih di bawah 27 persen.

Baca Juga :  Bawaslu Ikuti Rakornas , Perkuat Kapabilitas Pengawas Pemilu untuk Pemilu Berintegritas

“Kami akan memperkuat pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja,” ujar Roni, sambil mengkritisi program sekolah internasional yang dianggap membutuhkan waktu lama untuk dapat dirasakan hasilnya.

Sementara itu, pasangan nomor urut 4, Hendra Hemeto, yang juga mantan Wakil Bupati periode 2019-2024, menyebutkan bahwa pemerintahannya telah berupaya meningkatkan lama sekolah hingga 8 tahun.

“Tugas kami adalah memastikan SDM di Gorontalo memiliki peluang lebih baik di pasar kerja. Kami akan mengalokasikan APBD untuk program pendidikan yang menunjang kompetensi tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Menutup debat, calon Bupati nomor urut 1, Syam T. Ase, mengingatkan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah tanggung jawab pemerintah daerah.

“Rendahnya lama sekolah menjadi tantangan besar. Tingginya angka putus sekolah menghambat potensi SDM kita. Kami berkomitmen untuk menyediakan beasiswa agar anak-anak Gorontalo memiliki akses pendidikan yang lebih baik,” tegas Syam.

Baca Juga :  Deputi Bidang Dukungan Teknis dan Anggota KPU Pantai Proses PSU di Kabupaten Pohuwato

Pasangan Sofyan Puhi-Toni Junus kembali merespons pernyataan para calon lainnya dengan komitmen untuk mengalokasikan anggaran bagi pendidikan dan pelatihan vokasional yang produktif, baik formal maupun non-formal.

“Pendidikan yang tidak optimal akan menjadi ancaman besar bagi Gorontalo. Dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi dan pihak-pihak yang peduli pendidikan, kami akan menggenjot peningkatan kualitas SDM,” pungkas Sofyan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *