KOMPARASI.ID, Gorontalo – Debat terbuka kedua Pemilihan Bupati Gorontalo berlangsung pada Rabu, (13/11/2024), di Grand Misfalah Limboto.
Empat pasangan calon (paslon) memaparkan strategi mereka untuk mengatasi ketimpangan pembangunan di wilayah Kabupaten Gorontalo.
Topik ketimpangan wilayah menjadi sorotan dalam debat yang diselenggarakan oleh KPU Gorontalo ini. Memantapkan pembangunan kewilayahan yang merata, dan berkeadilan salah satu misi kabupaten Gorontalo di tahun 2025-2045,
Karena pada realitasnya terjadi ketimpangan wilayah di Kabupaten Gorontalo, seperti halnya kawasan Telaga dan Limboto relatif sudah lebih maju namun sebagian masih tertinggal terutama di wilayah pesisir dan perdesaan, Hal ini tejadi karena terbatasnya aksesibilitas infrastruktur maupun aksesibilitas layanan dasar lainnya.
Baca Juga : Debat Kedua Pilkada Gorontalo, Adu Visi dan Program Antar Calon Bupati untuk Wujudkan Daerah Maju
Pertanyaan yang di ajukan panelis melalui moderator debat, Jika saudara terpilih sebagai Bupati langkah strategis apa yang saudara akan jalankan agar ketimpangan wilayah tidak semakin melebar.
Sofyan Puhi membuka tanggapan dengan menyampaikan rencana pemerataan pembangunan berbasis data yang valid. Menurutnya, ketimpangan antara desa-desa di pusat kota dan desa-desa terpencil perlu diatasi.
“Kami ingin pembangunan dimulai dari pedesaan dengan pendekatan data yang akurat,” kata Sofyan.
Ia menyoroti peran paslon nomor 4 yang juga pejabat petahana dalam pemerintahan saat ini.
“Padahal beliau sebagai wakil bupati hari ini harusnya bertanggung jawab terhadap hal itu itu.”tegas Sofyan
Baca Juga : Kandidat Bupati Kabupaten Gorontalo Unjuk Gagasan, Siapa Paling Meyakinkan?
Pasangan nomor 3 menekankan potensi pembangunan di wilayah pesisir selatan, khususnya sektor perikanan. Mereka mengusulkan penambahan infrastruktur penunjang, seperti alat tangkap dan fasilitas bongkar muat, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hendra Hemeto dan Wasito Sumawiyono Paslon Nomor 4, Pasangan ini menanggapi usulan paslon nomor 2 dengan menekankan pentingnya keseimbangan anggaran.
“Kami telah membangun 644 kilometer jalan, dan visi kami sudah terukur,” tegas Hendra.
Ia juga menilai janji-janji calon lainnya, seperti alokasi Rp5 miliar untuk satu kecamatan, tidak realistis mengingat terbatasnya anggaran pemerintah daerah.
Pasangan nomor urut satu, Syam T Ase dan Sohidin, menutup segmen ini, Pasangan ini mengusulkan sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Gorontalo.
“APBD kita hanya Rp1,5 triliun, dengan ruang gerak terbatas. Maka perlu ada kerja sama di berbagai tingkatan pemerintahan,” ujar Syam.










Leave a Reply