Hamzah Idrus di PESONA TAMETO: UMKM Butuh Fondasi yang Adil, Syariah Jawabannya

KOMPARASI.ID Taman Budaya Limboto sore itu ramai tak biasa. Ratusan pengunjung menyemut di depan panggung utama menyaksikan pembukaan Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo dan Festival Ekonomi Keuangan Digital (PESONA TAMETO) 2025, Jumat (23/5).

Acara ini menggabungkan nuansa tradisi, inovasi digital, dan narasi ekonomi berbasis syariah.

Mewakili Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus anggota Komisi II, hadir memberikan sambutan.

Ia menekankan pentingnya menjadikan ekonomi syariah sebagai landasan tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gorontalo.

Baca Juga :  Kembalikan Rp200 Juta ke Pemerintah Provinsi, Ghalib Lahidjun: Pokir Bukan Alat Tawar

“Pesona Tameto bukan seremonial semata. Ini adalah tonggak awal membangun kesadaran kolektif bahwa ekonomi syariah bisa menjadi jalan alternatif yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat,” kata Hamzah kepada wartawan usai pembukaan acara.

Bagi Hamzah, prinsip ekonomi syariah yang menekankan keadilan, transparansi, dan keberkahan sangat relevan diterapkan di Gorontalo, terutama untuk generasi muda yang kini tumbuh dalam ekosistem digital.

Baca Juga :  Pansus DPRD Provinsi Gorontalo Kaji Izin PT. Gorontalo Mineral, Tinjau Langsung ke Dinas PM-PTSP

Ia menyebut, ekonomi digital tak harus menjauh dari nilai-nilai lokal dan religius, tetapi bisa disinergikan melalui pendekatan syariah.

Ia menambahkan bahwa UMKM Gorontalo harus mulai diarahkan pada skema pembiayaan dan model bisnis yang berbasis prinsip syariah.

Ini dinilai bukan hanya soal spiritualitas, tetapi juga strategi pemberdayaan ekonomi yang lebih merata.

“Dengan ekosistem yang terbangun dari sekarang, kita bisa menjadikan Gorontalo sebagai pusat ekonomi syariah digital di kawasan timur Indonesia,” ujar Hamzah.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Bahas Tata Niaga Beras dengan Kemendag RI

Pesona Tameto 2025 tidak hanya menghadirkan talkshow, bazar UMKM, dan pameran digital, tapi juga dialog lintas sektor yang melibatkan pelaku usaha, akademisi, pemerintah daerah, hingga otoritas keuangan seperti Bank Indonesia.

Acara ini diharapkan menjadi ruang sinergi konkret untuk mendorong arah baru pembangunan ekonomi daerah.

Redaktur Komparasi.id