Jelang Temu Jurnalis Gorontalo 2026, Pendaftaran Hampir 200 Peserta dan Persiapan Capai 80 Persen

KOMPARASI.ID – Persiapan pelaksanaan Temu Jurnalis Gorontalo 2026 yang akan digelar pada 12-13 Juni 2026 terus dimatangkan panitia.

Sepekan menjelang pelaksanaan, tingkat kesiapan kegiatan tersebut disebut telah mencapai 80 persen.

Ketua Panitia, Lukman Polimengo, mengatakan berbagai kebutuhan teknis dan nonteknis terus diselesaikan agar kegiatan berjalan sesuai rencana.

Selain memastikan kesiapan lokasi, panitia juga telah merampungkan sebagian besar proses pendaftaran peserta.

Baca Juga :  Tol Laut, Pilihan Hemat Pemudik Akhir Tahun 2024

Peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari wartawan, mahasiswa hingga siswa, tercatat hampir seluruhnya telah terdaftar.

Tingginya minat peserta membuat kegiatan ini diperkirakan menjadi salah satu forum jurnalisme terbesar yang pernah digelar di Gorontalo.

Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mendekati 200 peserta.

Panitia juga memastikan fasilitas pendukung kegiatan telah dipersiapkan guna menunjang kenyamanan dan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Baca Juga :  Hingga Oktober 2024, Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Capai Rp29,97 Triliun

“Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua peserta. Semua persiapan dilakukan dengan cermat agar acara ini berjalan sukses,” ujar Lukman.

Temu Jurnalis Gorontalo 2026 dirancang sebagai wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, serta memperkuat jejaring antarpelaku media.

Kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa dan siswa untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih dekat melalui interaksi langsung dengan para praktisi.

Baca Juga :  Momen Bersejarah, Matahari Tak Lagi Bersinar di Kekaisaran Inggris

Menjelang hari pelaksanaan, panitia terus melakukan penyempurnaan pada berbagai aspek kegiatan.

Selain mempererat solidaritas komunitas pers, forum ini diharapkan dapat mendorong penguatan kapasitas jurnalis sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekosistem media di Gorontalo.

Lulusan Ilmu Komunikasi konsentrasi jurnalistik ini meniti karier dari dunia penyiaran radio. Ia juga sempat berkarir di media cetak majalah dan surat kabar dengan pengalaman di berbagai media lokal hingga nasional. Perjalanan yang dimulainya sejak tahun 2012 ini membentuknya sebagai jurnalis yang, adaptif, dan berorientasi pada kekuatan narasi.