Meta Luncurkan Superintelligence Labs, Gandeng Alexandr Wang dan Tokoh AI Dunia

KOMPARASI.ID -Meta Platforms Inc. resmi mengumumkan peluncuran Meta Superintelligence Labs, sebuah inisiatif ambisius untuk membangun kecerdasan buatan tingkat tinggi. Divisi ini akan dipimpin oleh Alexandr Wang, pendiri Scale AI, bersama sejumlah tokoh penting dari OpenAI, Google DeepMind, dan Anthropic.

Meta Superintelligence Labs adalah unit baru yang didirikan oleh perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta, dengan fokus pada pengembangan artificial superintelligence atau kecerdasan buatan super. Unit ini menggabungkan tim-tim internal Meta seperti pengembang model dasar Llama open-source dan proyek Fundamental AI Research.

Langkah ini diambil sebagai strategi Meta untuk bersaing langsung dengan perusahaan AI raksasa lainnya seperti OpenAI, Google DeepMind, dan Anthropic dalam perlombaan global menguasai teknologi AI generatif dan multimodal.

Siapa Alexandr Wang, Pemimpin Meta AI Baru?

Alexandr Wang, sosok muda berusia 28 tahun, ditunjuk sebagai kepala Meta Superintelligence Labs. Wang adalah pendiri dan CEO Scale AI, startup penyedia data pelatihan berkualitas tinggi untuk model AI. Scale AI dikenal unggul dalam pelabelan data berskala besar seperti gambar, video, lidar, dan sensor 3D. Startup ini baru saja mendapat investasi sebesar US$ 14,3 miliar dari Meta.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Gorontalo Pastikan Layanan Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran

Menurut CEO Meta, Mark Zuckerberg, Wang memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya kecerdasan super dalam sejarah teknologi. “Ia membangun perusahaan yang mendukung hampir semua model AI terkemuka di industri,” tulis Zuckerberg dalam memo internal yang dikutip CNBC Internasional.

Daftar Tim Elit Meta Superintelligence Labs

Selain Wang, Meta juga merekrut sejumlah ahli AI papan atas dari berbagai perusahaan besar:

  • Trapit Bansal – Pelopor reinforcement learning pada chain-of-thought, dan kontributor model o-series di OpenAI.

  • Shuchao Bi – Pencipta mode suara GPT-4o dan o4-mini, ahli pelatihan pasca-multimodal di OpenAI.

  • Huiwen Chang – Peneliti pembangkitan gambar GPT-4o dan penemu MaskGIT serta Muse di Google Research.

  • Ji Lin – Terlibat dalam pengembangan GPT-4.1, GPT-4o, o4-mini, serta sistem penalaran Operator.

  • Joel Pobar – Ahli inferensi dari Anthropic dan mantan insinyur Meta selama 11 tahun.

  • Jack Rae – Pemimpin proyek Gemini di DeepMind dan pengembang awal Gopher dan Chinchilla.

  • Hongyu Ren – Pencipta GPT-4o dan o-series, serta pemimpin pelatihan pasca di OpenAI.

  • Johan Schalkwyk – Mantan Google Fellow dan kontributor awal Sesame.

  • Pei Sun – Pengembang pelatihan dan penalaran Gemini, serta pencipta model persepsi Waymo.

  • Jiahui Yu – Pemimpin tim persepsi dan multimodal di OpenAI dan Gemini.

  • Shengjia Zhao – Kontributor utama GPT-4, ChatGPT, dan model mini GPT.

Baca Juga :  Tantangan Inklusivitas Sistem Pembayaran Digital Tiongkok bagi Lansia dan Pengunjung Asing

Kehadiran tokoh-tokoh ini menunjukkan bahwa Meta benar-benar serius dalam membangun laboratorium AI super canggih untuk menghadapi dominasi OpenAI dan Google.

Baca Juga :  Kepergian Awhin Sanjaya, Luwu Utara Kehilangan Putra Terbaik Dunia Balap

Dengan proyek Meta Superintelligence Labs, Meta semakin agresif dalam merebut pasar AI. Mereka tidak hanya membangun teknologi, tetapi juga bersaing dalam hal talent war. Meta bahkan dilaporkan menawarkan bonus tanda tangan hingga US$ 100 juta kepada ilmuwan AI dari OpenAI.

CEO OpenAI Sam Altman secara terbuka menyebut bahwa Meta memang tengah merekrut banyak peneliti dari perusahaannya. Di sisi lain, CTO Meta Andrew Bosworth menyebut situasi ini sebagai “persaingan bakat paling ekstrem dalam dua dekade terakhir.”

Langkah Meta dalam membentuk Superintelligence Labs bukan sekadar memperkuat ekosistem AI mereka, tetapi juga menunjukkan bahwa perusahaan ini siap menjadi pemimpin dalam era kecerdasan buatan generatif. Dukungan miliaran dolar, perekrutan talenta global, dan fokus riset jangka panjang menjadi landasan mereka menatap masa depan AI.(*)

Redaktur Komparasi.id