KOMPARASI.ID – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone Bolango mendorong pemerintah daerah memperluas distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango, kekeringan telah berdampak pada 13 desa yang tersebar di enam kecamatan.
Dalam dua pekan terakhir, pemerintah daerah mencatat sekitar 150.000 liter air bersih telah disalurkan kepada 991 jiwa atau 302 kepala keluarga (KK) yang terdampak.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan armada distribusi menjadi salah satu kendala dalam menjangkau wilayah yang membutuhkan pasokan air.
Bupati Bone Bolango Ismet Mile kemudian meminta dukungan tambahan armada kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Permintaan itu disampaikan Ismet kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melalui sambungan telepon pada Jumat (31/7/2026).
Menurut Ismet, pemerintah daerah membutuhkan tambahan armada karena cakupan wilayah terdampak cukup luas, sementara kendaraan tangki yang tersedia melalui BPBD, PDAM, dan PMI Bone Bolango masih terbatas.
“Alhamdulillah, tadi pagi saya sudah menghubungi Bapak Gubernur untuk meminta dukungan armada. Beliau langsung merespons dengan memberikan bantuan dua unit armada tangki air,” ujar Ismet saat memantau penyaluran air bersih di Desa Tamboo dan Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila, Jumat.
Dengan tambahan dua armada tersebut, pemerintah daerah berharap distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga dan dilakukan lebih cepat.
“Saya sudah meminta agar segera ditindaklanjuti. Dengan bertambahnya armada, penyaluran air bersih akan semakin luas dan pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal,” katanya.
Bupati Pantau Distribusi Air
Ismet turun langsung memantau penyaluran air bersih kepada warga di Desa Tamboo dan Desa Lonuo.
Ia didampingi Sekretaris Daerah Bone Bolango Iwan Mustapa serta Ketua PMI Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile.
Di lokasi distribusi, Ismet mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Air adalah kebutuhan yang paling mendasar bagi kehidupan. Ketika masyarakat mengalami kesulitan air, pemerintah harus hadir dengan langkah-langkah nyata agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat menghadapi kondisi kemarau dengan tetap saling membantu dan menjaga semangat gotong royong.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, kata Ismet, akan terus berupaya memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau berlangsung.
Bantuan Tak Hanya Air Bersih
Respons pemerintah terhadap dampak kemarau juga diarahkan pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pada hari yang sama, Ismet menghadiri Pasar Murah Bersubsidi di Desa Bilungala, Kecamatan Bonepantai.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 warga mendapatkan akses terhadap paket kebutuhan pokok dengan harga subsidi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.
Dengan demikian, penanganan dampak kemarau di Bone Bolango tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih, tetapi juga menjaga agar tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat tidak semakin berat.
Pemerintah daerah kini mengandalkan tambahan armada dari pemerintah provinsi untuk memperluas jangkauan distribusi air, terutama ke desa-desa yang mengalami kekurangan pasokan akibat kemarau.
**Cek berita dan artikel terbaru Komparasi.id dengan mengikuti WhatsApp Channel









Leave a Reply